Hidup sebagai Anak Terang: Efesus 5:7-11
Pendahuluan:
Surat Paulus di Efesus 5:7-11 memberikan panduan yang jelas tentang bagaimana hidup yang berkenan kepada Allah. Paulus menasihatkan jemaat untuk menguji dan membuktikan apa yang berkenan kepada Tuhan melalui hidup dalam kekudusan, menjauhi percabulan, kecemaran, dan keserakahan. Sebagai anak-anak terang, mereka diharapkan menunjukkan tanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan, sesuai dengan kehendak Allah.
1. Kemampuan Menguji yang Berkenan kepada Allah
Dalam teks ini, Paulus menasihatkan jemaat di Efesus untuk menguji atau membuktikan apa yang berkenan kepada Tuhan, termasuk hidup dalam kekudusan dan menjauhi percabulan, kecemaran, dan keserakahan. Sebagai anak-anak terang, mereka harus bertanggung jawab atas perbuatan yang sesuai dengan kehendak Allah.
Kemampuan menguji yang dimaksud Paulus mencakup kemampuan individu untuk menilai sesuatu yang berkenan kepada Allah, terutama saat menghadapi masalah keadilan dan tanggung jawab hidup. Ini melibatkan cara mereka mengambil keputusan dan sebagainya.
Paulus mengingatkan jemaat Efesus bahwa ada batasan-batasan dari apa yang berkenan kepada Allah dan apa yang Ia kehendaki. Pengujian ini berkaitan dengan bagaimana jemaat dapat menunjukkan sikap tanggung jawab sesuai kehendak Allah, seperti menghindari godaan dunia, percabulan, dosa kecemaran, berkata kotor, dan perilaku buruk lainnya.
Melalui Efesus 5:7-11, Paulus menegaskan bahwa kehidupan anak-anak terang harus mencerminkan tindakan-tindakan yang berkenan kepada Allah. Allah memiliki batasan tentang apa yang berkenan di mata-Nya. Anak-anak terang harus siap menghadapi masalah yang berhubungan dengan benar atau salah, adil atau tidak.
Dalam menghadapi masalah, anak-anak terang harus menguji diri dan mengambil keputusan yang berkenan kepada Allah dan sesuai dengan Firman Tuhan. Orang percaya masa kini harus berani mengambil keputusan untuk kebaikan diri mereka. Sebagai anak-anak terang, mereka harus memberikan dampak kepada semua orang dan sanggup menguji diri ketika menghadapi masalah atau pilihan sulit.
Keputusan yang diambil harus sesuai dengan Firman Tuhan. Pengujian diri akan sulit jika tidak mengenal Allah dan memahami Firman-Nya yang hidup. Oleh karena itu, orang percaya masa kini harus berani tampil beda, menunjukkan sikap yang benar, dan menjaga diri dari godaan dunia yang tidak berkenan kepada Allah.
2. Berbuah kan Kebaikan, Keadilan, dan Kebenaran
Pola hidup anak terang terlihat dari buah kebaikan, keadilan, dan kebenaran yang dihidupi. Paulus menekankan kepada jemaat untuk mengerti bahwa karakter yang harus dikembangkan dalam hidup mereka adalah karakter Kristus. Sebagai anak-anak terang, orang percaya harus sanggup menampilkan sikap yang dapat menerangi kegelapan.
Dalam teks ini, Paulus menekankan bahwa buah terang adalah kebaikan, keadilan, dan kebenaran. Selain itu, segala sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai ini tidak sesuai dengan kehidupan anak-anak terang. Surat Paulus bertujuan mengingatkan jemaat bahwa tanpa kebaikan, keadilan, dan kebenaran, mereka tidak dapat disebut anak terang, karena tidak sesuai dengan kehendak Allah.
Sebagai orang percaya yang hidup sebagai anak-anak terang, mereka harus menampilkan sikap hidup yang sesuai dengan terang itu sendiri dan tidak berkompromi dengan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Anak-anak terang akan selalu hidup dalam kebenaran, keadilan, dan kebaikan. Surat ini tidak hanya ditujukan kepada jemaat di Efesus, tetapi kepada semua orang percaya di setiap zaman untuk terus menjaga hidupnya sesuai dengan pola hidup anak-anak terang yang Tuhan firmankan, yaitu keadilan, kebaikan, dan kebenaran.
3. Mampu Menerangi Perbuatan-perbuatan Gelap
Pola hidup anak terang harus mampu menerangi perbuatan-perbuatan gelap. Seperti terang yang menghasilkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran, kehidupan yang gelap selalu bertentangan dengan hidup anak terang, seperti tidak suka kebaikan, melawan kebenaran, dan tidak mau bertindak adil. Hal ini menjadi tantangan bagi orang percaya.
Paulus menekankan bahwa anak-anak terang tidak boleh mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuah. Sebaliknya, mereka harus menelanjangi perbuatan-perbuatan tersebut. Paulus menginginkan agar perbuatan kegelapan dijauhkan dan ditinggalkan, karena tidak membuahkan apa-apa. Kegelapan hanya ada di antara orang-orang yang tidak mengenal Allah dan suka melakukan perbuatan yang melawan kehendak Allah. Oleh karena itu, Paulus dengan tegas mengatakan, telanjangi perbuatan gelap itu melalui tindakan baik yang dapat berdampak positif dan menunjukkan karakter Kristus sebagai anak-anak terang.
Orang percaya masa kini harus menjauhi kegelapan yang tidak memberikan hasil baik namun merusak kehidupan sebagai anak terang. Paulus memberikan contoh kepada jemaat di Efesus dan orang percaya masa kini tentang bagaimana seharusnya menjadi anak terang dan menjauhi perbuatan-perbuatan gelap yang menyesatkan.
Kesimpulan
Surat Paulus di Efesus 5:7-11 menekankan pentingnya hidup sesuai dengan kehendak Allah, menjauhi dosa, dan menjalani kehidupan yang mencerminkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran. Sebagai anak-anak terang, orang percaya harus terus menguji diri mereka dan mengambil keputusan yang berkenan kepada Tuhan. Dengan mengikuti panduan ini, mereka dapat menerangi perbuatan-perbuatan gelap dan memberikan dampak positif dalam kehidupan mereka dan komunitas sekitarnya. Hidup sesuai dengan Firman Tuhan adalah kunci untuk menjalani kehidupan yang berkenan di mata Allah.