Zakharia 1:20–21: Empat Tukang Besi dan Tanduk-Tanduk Bangsa

I. Pendahuluan: Penglihatan tentang Pemulihan di Tengah Penindasan
Kitab Zakharia adalah kitab penuh simbol dan penglihatan, yang diberikan Allah kepada nabi-Nya pada masa pasca-pembuangan, sekitar tahun 520 SM. Bersama nabi Hagai, Zakharia dipanggil untuk membangkitkan semangat rohani umat yang kembali dari pembuangan Babel agar mereka melanjutkan pembangunan Bait Allah.
Pasal pertama dari kitab ini berisi serangkaian penglihatan malam yang diberikan kepada Zakharia. Penglihatan-penglihatan ini bukan sekadar alegori, melainkan wahyu ilahi tentang karya pemulihan Allah. Dalam Zakharia 1:20–21, Allah menunjukkan kepada nabi dua lambang yang sangat kontras — empat tanduk dan empat tukang besi.
Tanduk melambangkan kekuatan dan penindasan bangsa-bangsa kafir yang menyerakkan umat Allah. Sementara empat tukang besi melambangkan alat-alat Allah untuk menghancurkan kuasa penindas tersebut.
John Calvin menyebut penglihatan ini sebagai “the gospel of hope clothed in symbols” — injil pengharapan yang disampaikan lewat lambang-lambang yang kuat.
II. Konteks Historis: Umat yang Patah Semangat
Umat Yehuda baru saja kembali dari pembuangan selama 70 tahun di Babel (539 SM), namun mereka masih dalam keadaan lemah dan takut. Kota Yerusalem hancur, Bait Allah terbengkalai, dan bangsa-bangsa di sekitarnya menentang pembangunan kembali.
Mereka bertanya-tanya:
“Apakah Allah benar-benar masih menyertai kami?”
Dalam konteks inilah Allah memberikan penglihatan kepada Zakharia: sebuah jaminan bahwa kuasa bangsa-bangsa yang menindas tidak akan bertahan selamanya, sebab Allah akan bertindak melalui “tukang-tukang besi”-Nya untuk menghancurkan tanduk-tanduk itu.
III. Eksposisi Ayat demi Ayat
a. Zakharia 1:20: “Lalu, TUHAN memperlihatkan kepadaku empat tukang besi.”
Gambaran “empat tukang besi” (craftsmen, Ibrani: ḥārāšîm) secara harfiah berarti pekerja logam — pandai besi, tukang tembaga, atau pengrajin alat perang.
Ini kontras dengan “empat tanduk” (ay. 18–19), yang melambangkan kekuatan militer bangsa-bangsa besar.
Dalam simbol ini, Allah menyatakan bahwa Ia mengirimkan kekuatan yang sebanding dan bahkan lebih besar untuk menghancurkan penindasan itu.
John Calvin menjelaskan:
“Allah tidak pernah membiarkan umat-Nya tanpa pembela. Jika Ia mengizinkan mereka ditindas oleh tanduk, Ia juga menyiapkan tukang besi untuk menghancurkan tanduk-tanduk itu. Setiap tiran memiliki batas waktu di bawah kedaulatan Allah.”
Empat tukang besi berarti bahwa Allah menyediakan penebusan yang menyeluruh — dari segala penjuru (utara, selatan, timur, barat). Tidak ada musuh yang dapat berdiri tegak di hadapan kuasa pemulihan Allah.
b. Zakharia 1:21: “Apakah yang akan dilakukan orang-orang yang datang ini?...”
Zakharia, dalam kerendahan hatinya, tidak langsung memahami makna penglihatan itu. Ia bertanya kepada malaikat, dan jawabannya sangat jelas:
“Inilah tanduk-tanduk yang telah menyerakkan Yehuda... tetapi orang-orang ini datang untuk menggetarkan mereka.”
Tanduk dalam budaya Timur Tengah kuno adalah lambang kekuatan dan kebanggaan militer. Empat tanduk melambangkan kekuatan dunia yang menindas umat Allah — mungkin menunjuk pada empat kerajaan besar yang juga disebut dalam kitab Daniel: Babel, Media-Persia, Yunani, dan Roma.
Dengan demikian, Allah menyatakan bahwa meskipun bangsa-bangsa besar itu bangkit dengan kesombongan mereka, Ia sendiri akan mengutus alat-alat-Nya (tukang besi) untuk menghancurkan mereka.
Herman Bavinck menjelaskan dalam Reformed Dogmatics:
“Di balik kekuatan sejarah manusia terdapat tangan Allah yang bekerja. Ia membiarkan kerajaan-kerajaan besar bangkit, tetapi Ia juga menetapkan batasnya dan menyiapkan alat penghancurnya.”
IV. Simbolisme Teologis: Tanduk dan Tukang Besi
1. Tanduk: Kuasa Penindasan Dunia
Dalam banyak bagian Alkitab, tanduk melambangkan kekuatan, kekuasaan, atau pemerintahan.
-
Dalam Mazmur 75:10, “Segala tanduk orang fasik akan dipatahkan.”
-
Dalam Daniel 7, tanduk-tanduk melambangkan raja-raja dan kerajaan dunia.
Dalam konteks Zakharia, tanduk melambangkan kekuatan politik dan militer bangsa-bangsa yang menindas umat Allah.
Thomas Watson, teolog Puritan, menulis:
“Dunia memiliki tanduk yang kuat, tetapi tanduk itu tidak dapat menanduk lebih jauh daripada yang Allah izinkan.”
Tanduk-tanduk itu mengangkat diri “melawan Yehuda” — lambang dari kesombongan dunia terhadap gereja Tuhan. Mereka menggambarkan arogansi kekuasaan duniawi yang menganiaya umat Allah sepanjang zaman.
2. Empat Tukang Besi: Alat Pemulihan Allah
Empat tukang besi datang bukan hanya untuk menandingi tanduk, tetapi untuk menghancurkannya.
Dalam simbol ini, Allah menunjukkan bahwa setiap ancaman terhadap umat-Nya akan ditangani oleh kuasa-Nya sendiri.
Para penafsir Reformed sering menafsirkan “tukang besi” ini sebagai lambang dari berbagai cara Allah bekerja dalam sejarah:
-
Secara politik: Allah menumbangkan kerajaan dengan kerajaan lain (misalnya, Babel dikalahkan oleh Persia).
-
Secara rohani: Allah membangkitkan nabi, rasul, dan pelayan Injil untuk menghancurkan kuasa dosa dan penyesatan.
-
Secara eskatologis: Kristus sendiri adalah “tukang besi” ilahi yang pada akhirnya akan menghancurkan semua kuasa jahat.
R.C. Sproul menulis:
“Empat tukang besi adalah lambang tangan Allah yang bekerja dalam sejarah untuk mematahkan kesombongan bangsa-bangsa. Tidak ada kuasa yang dapat menindas umat pilihan Allah selamanya.”
V. Teologi Kedaulatan Allah dalam Penglihatan Ini
1. Allah Berdaulat atas Penindasan
Bangsa-bangsa kafir dapat menindas Yehuda, tetapi tidak di luar izin Allah.
Kedaulatan Allah tidak berarti Ia menyebabkan kejahatan, melainkan bahwa Ia memegang kendali atas segala akibatnya.
John Calvin menulis dalam komentarnya:
“Allah menggunakan bangsa-bangsa kafir sebagai palu untuk mendisiplinkan umat-Nya, tetapi Ia juga mematahkan palu itu setelah tujuan-Nya tercapai.”
Ini adalah misteri kasih dan keadilan ilahi: Allah menghukum Yehuda melalui bangsa-bangsa, tetapi kemudian menghukum bangsa-bangsa itu karena kesombongan mereka.
2. Allah Berdaulat dalam Pemulihan
Tukang-tukang besi menggambarkan inisiatif Allah dalam pemulihan.
Umat tidak mampu membela diri; mereka hanya bisa melihat kepada Allah. Dan Allah menanggapi dengan tindakan yang nyata.
Reformed Theology menekankan bahwa setiap bentuk pemulihan sejati dimulai dari Allah, bukan dari manusia.
Seperti yang dikatakan oleh Louis Berkhof:
“Pemulihan bukan reaksi manusia terhadap kasih Allah, tetapi tindakan Allah yang membangkitkan manusia untuk merespons kasih itu.”
Dengan demikian, empat tukang besi adalah lambang kasih karunia Allah yang aktif dan berdaulat — bukan hanya menolong, tetapi menghancurkan kekuatan musuh.
VI. Hubungan Penglihatan Ini dengan Kristus
Seluruh penglihatan Zakharia menatap kepada Mesias sebagai penggenapan janji pemulihan.
Kristus adalah Tukang Besi Agung yang menghancurkan kuasa dosa, Iblis, dan kematian.
Ketika Ia mati di salib, tanduk-tanduk dunia tampak menang. Namun, salib justru menjadi alat penghancur tanduk-tanduk itu.
Kolose 2:15 berkata:
“Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.”
Thomas Boston menulis:
“Kristus datang bukan hanya untuk menyelamatkan umat-Nya dari penindasan luar, tetapi untuk menghancurkan tanduk dosa yang menindas hati manusia.”
Dengan demikian, empat tukang besi juga menunjuk kepada karya Roh Kudus, Firman Allah, Injil, dan Gereja — alat-alat Allah untuk menaklukkan kuasa jahat di dunia.
VII. Aplikasi Rohani: Dari Tanduk Dunia kepada Tukang Besi Allah
1. Allah Tidak Buta terhadap Penderitaan Umat-Nya
Ketika umat Allah merasa tertindas dan tak berdaya, Zakharia 1:20–21 mengingatkan:
“Allah melihat dan sedang menyiapkan tukang-tukang besi-Nya.”
Tidak ada penindasan yang terlalu lama atau terlalu kuat yang dapat menahan rencana Allah.
Calvin berkata:
“Kelemahan gereja bukan tanda ditinggalkan Allah, tetapi saat di mana Allah menyiapkan pembelaan yang lebih besar.”
2. Bangsa-Bangsa dan Sistem Dunia Tidak Berdaulat
Bangsa-bangsa besar tampak berkuasa, tetapi semua berada di bawah tangan Allah.
Sejarah manusia bukan permainan acak, melainkan panggung kedaulatan Allah.
Herman Bavinck menulis:
“Di balik setiap revolusi, perang, dan perubahan kekuasaan, tangan Allah sedang bekerja untuk menuntun sejarah menuju kerajaan Kristus.”
3. Allah Menggunakan Alat yang Tidak Terduga
Tukang besi adalah simbol kerendahan. Mereka bukan raja, bukan prajurit, melainkan pekerja kasar.
Namun Allah memakai mereka untuk menghancurkan tanduk-tanduk kekuatan dunia.
Ini adalah pola Injil:
-
Allah memakai Musa yang gagap untuk melawan Firaun.
-
Allah memakai Daud yang muda untuk mengalahkan Goliat.
-
Allah memakai salib — simbol kelemahan — untuk menghancurkan Iblis.
Demikian pula, Allah memakai gereja-Nya yang sederhana untuk melawan sistem dunia.
R.C. Sproul berkata:
“Allah suka memakai hal-hal kecil untuk mempermalukan yang besar. Di sinilah Injil bersinar paling terang.”
VIII. Perspektif Eskatologis: Penggenapan Akhir
Penglihatan ini juga memiliki makna eskatologis (akhir zaman).
Empat tanduk melambangkan kuasa dunia yang terus menindas umat Allah sampai akhir zaman.
Namun empat tukang besi menunjuk pada kemenangan akhir Allah dalam Kristus, ketika segala kuasa dunia akan ditaklukkan di bawah kaki-Nya.
Wahyu 17:14 menegaskan:
“Mereka akan berperang melawan Anak Domba, tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuhan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja.”
Reformed Theology memandang bahwa sejarah dunia bergerak menuju puncaknya di mana kerajaan-kerajaan dunia akan menjadi kerajaan Tuhan kita dan Kristus-Nya (Wahyu 11:15).
IX. Pandangan Para Teolog Reformed
| Teolog | Pandangan |
|---|---|
| John Calvin | Melihat empat tukang besi sebagai lambang dari cara-cara Allah yang beragam dalam menghancurkan musuh umat-Nya; menekankan providensi Allah. |
| Matthew Henry | Menafsirkan tukang besi sebagai malaikat, nabi, dan alat ilahi yang diutus untuk menghancurkan kekuatan dunia; menyoroti kesetiaan Allah dalam memelihara umat-Nya. |
| Herman Bavinck | Melihat penglihatan ini sebagai ekspresi kedaulatan Allah dalam sejarah dan penggenapan janji pemulihan di dalam Kristus. |
| Charles H. Spurgeon | Mengaitkan “tukang besi” dengan pelayanan Injil yang menghancurkan kuasa dosa di hati manusia. |
| R.C. Sproul | Mengajarkan bahwa tanduk-tanduk adalah sistem dunia dan ideologi yang menentang Allah, sedangkan tukang besi melambangkan kuasa Injil yang membongkar kesombongan rasionalisme dan sekularisme. |
X. Kesimpulan: Allah yang Menghancurkan Tanduk dan Membangun Umat
Zakharia 1:20–21 adalah pengingat bahwa Allah tidak hanya melihat penderitaan umat-Nya, tetapi bertindak aktif untuk membebaskan mereka.
Empat tanduk menunjukkan kekuatan dunia yang sementara, sedangkan empat tukang besi menunjukkan kedaulatan dan kasih karunia Allah yang kekal.
Bagi gereja masa kini, pesan ini relevan:
-
Dunia mungkin tampak kuat, tetapi Allah memiliki tukang-tukang besi-Nya.
-
Gereja mungkin tampak lemah, tetapi Allah sedang membentuknya sebagai alat pemulihan dunia.
-
Setiap penindasan akan berakhir di bawah palu kasih karunia Allah.
Sebagaimana Spurgeon pernah berkhotbah:
“Ketika dunia menundukkan kepala gereja dengan tanduknya, Allah memanggil tukang-tukang besi dari surga. Palu mereka adalah Injil, dan setiap tanduk dunia akan dihancurkan di bawah palu itu.”
Penutup Rohani
Penglihatan Zakharia bukan sekadar simbol kuno, tetapi janji hidup bagi orang percaya:
“Allah tahu tanduk mana yang menyerangmu, dan Ia sudah menyiapkan tukang besi untuk menolongmu.”
Dalam Kristus, tanduk-tanduk dunia dikalahkan; dosa dan maut dikalahkan; dan gereja dibangkitkan dalam kemenangan.
Kita dipanggil bukan untuk takut pada kekuatan dunia, tetapi untuk mempercayai tangan Allah yang memegang palu keselamatan.