Kisah Para Rasul 11:25–26: Dibentuk oleh Firman dan Disebut Kristen
.jpg)
Pendahuluan: Antiokhia sebagai Laboratorium Gereja Perjanjian Baru
Kisah Para Rasul 11:25–26 merupakan teks singkat, tetapi sarat dengan makna teologis yang mendalam. Di dalam dua ayat ini, Lukas memperlihatkan kepada kita model gereja yang dibentuk oleh Firman, dipimpin oleh anugerah, dan diberi identitas oleh Kristus sendiri. Antiokhia bukan Yerusalem, bukan pusat religius Yudaisme, melainkan kota kosmopolitan yang plural dan penuh tantangan budaya. Justru di tempat inilah Allah membentuk gereja misi yang matang dan memberikan nama yang akan melekat sepanjang sejarah: Kristen.
Dalam teologi Reformed, teks ini dipandang sebagai contoh klasik tentang bagaimana Allah bekerja melalui sarana-sarana biasa—pengajaran, persekutuan, dan kepemimpinan yang setia—untuk membangun gereja-Nya.
John Calvin menegaskan bahwa pertumbuhan gereja tidak pernah dilepaskan dari pelayanan Firman yang teratur dan berkesinambungan.
Latar Belakang Redemptif-Historis Kisah Para Rasul 11
1. Gereja yang Bertumbuh di Tengah Penganiayaan
Konteks langsung Kisah Para Rasul 11 adalah penyebaran Injil akibat penganiayaan setelah kematian Stefanus. Apa yang tampak sebagai kekalahan justru menjadi alat perluasan Kerajaan Allah.
Geerhardus Vos menekankan bahwa sejarah penebusan selalu bergerak maju melalui penderitaan umat Allah, bukan dengan menghindarinya.
2. Antiokhia: Kota Dunia dan Kota Injil
Antiokhia adalah kota besar ketiga dalam Kekaisaran Romawi. Di sana bertemu berbagai etnis, bahasa, dan budaya. Injil yang bertumbuh di Antiokhia sejak awal bersifat lintas budaya.
Herman Bavinck menyatakan bahwa Injil memiliki kapasitas universal karena berakar pada Kristus yang adalah Tuhan atas segala bangsa.
Eksposisi Kisah Para Rasul 11:25
Barnabas dan Kerendahan Hati Pelayan Kristus
Ayat 25 mencatat tindakan Barnabas yang sangat signifikan: ia pergi mencari Saulus di Tarsus. Ini bukan keputusan administratif biasa, tetapi tindakan yang lahir dari kepekaan rohani dan kerendahan hati.
Barnabas tidak melihat Saulus sebagai ancaman, melainkan sebagai rekan sekerja yang Tuhan siapkan. Dalam dunia pelayanan yang sering diwarnai persaingan, sikap Barnabas mencerminkan karakter Kristus.
John Calvin memuji Barnabas sebagai teladan pemimpin gereja yang tidak mencari kemuliaan diri, melainkan kemajuan Injil.
Saulus: Dipanggil, Dipersiapkan, dan Dipakai
Saulus telah dipanggil secara dramatis dalam Kisah Para Rasul 9, tetapi ia tidak langsung menjadi tokoh utama. Ia dipersiapkan dalam kesunyian Tarsus sebelum dipanggil kembali ke pelayanan publik.
John Owen menegaskan bahwa Allah sering membentuk hamba-hamba-Nya melalui masa penantian dan ketidakjelasan sebelum mempercayakan tanggung jawab besar.
Eksposisi Kisah Para Rasul 11:26
Pengajaran sebagai Fondasi Gereja
Ayat 26 menekankan bahwa Barnabas dan Saulus tinggal bersama jemaat satu tahun lamanya sambil mengajar banyak orang. Ini menunjukkan bahwa gereja tidak dibangun oleh peristiwa spektakuler semata, tetapi oleh pengajaran yang tekun.
Dalam teologi Reformed, gereja sejati dikenal melalui tiga tanda utama:
-
Pemberitaan Firman yang murni
-
Pelayanan sakramen yang benar
-
Disiplin gereja yang setia
Pengajaran satu tahun penuh menunjukkan bahwa iman Kristen membutuhkan pembentukan yang mendalam dan berkelanjutan.
J. I. Packer menegaskan bahwa gereja yang mengabaikan pengajaran akan kehilangan identitasnya, meskipun memiliki aktivitas yang ramai.
“Disebut Kristen”: Identitas yang Diberikan Dunia, Diteguhkan Allah
Untuk pertama kalinya, murid-murid disebut Kristen. Secara historis, istilah ini kemungkinan awalnya bersifat ejekan. Namun Allah mengubahnya menjadi identitas mulia.
Louis Berkhof menegaskan bahwa identitas Kristen bukan terutama label denominasi, melainkan keserupaan dengan Kristus.
Nama ini menunjukkan bahwa kehidupan jemaat Antiokhia begitu mencerminkan Kristus sehingga dunia tidak menemukan istilah lain yang lebih tepat.
Identitas Kristen dalam Perspektif Reformed
1. Bersatu dengan Kristus
Dalam teologi Reformed, identitas Kristen berakar pada doktrin union with Christ. Orang percaya disebut Kristen karena mereka telah dipersatukan dengan Kristus melalui iman.
John Calvin menyebut persatuan dengan Kristus sebagai “poros utama keselamatan”.
2. Identitas yang Terlihat dalam Kehidupan
Identitas Kristen tidak tersembunyi. Di Antiokhia, dunia melihat perbedaan nyata dalam kasih, pengharapan, dan kesetiaan jemaat.
Jonathan Edwards menekankan bahwa iman sejati selalu menghasilkan buah yang dapat dikenali, meskipun tidak sempurna.
Dimensi Eklesiologis: Gereja sebagai Komunitas Pembelajaran
Kisah Para Rasul 11:25–26 menunjukkan bahwa gereja adalah komunitas murid, bukan sekadar tempat ibadah.
Martin Bucer menekankan bahwa gereja harus menjadi sekolah Kristus, tempat umat dibentuk oleh Firman dan Roh Kudus.
Dimensi Kristologis: Kristus sebagai Pusat Segala Pengajaran
Pengajaran Barnabas dan Saulus bukanlah filsafat moral atau teologi spekulatif, melainkan pemberitaan Kristus yang bangkit.
R. C. Sproul menegaskan bahwa pengajaran Kristen kehilangan kuasanya ketika Kristus tidak lagi menjadi pusatnya.
Implikasi Pastoral bagi Gereja Masa Kini
-
Pentingnya Pengajaran Jangka Panjang
Gereja perlu kembali menghargai pembentukan iman yang sabar dan mendalam. -
Kerendahan Hati dalam Kepemimpinan
Pemimpin sejati mencari rekan sekerja, bukan pesaing. -
Identitas Kristen yang Terlihat
Dunia harus dapat mengenali Kristus melalui kehidupan gereja.
Bahaya yang Harus Diwaspadai
-
Gereja yang aktif tetapi dangkal
-
Identitas Kristen yang hanya bersifat simbolik
-
Kepemimpinan yang berpusat pada figur, bukan Kristus
Teologi Reformed mengingatkan bahwa gereja adalah milik Kristus, bukan milik manusia.
Penutup: Gereja yang Diajari, Dibentuk, dan Dinamai oleh Kristus
Kisah Para Rasul 11:25–26 memperlihatkan bagaimana Allah membangun gereja-Nya melalui kesetiaan dalam hal-hal yang tampak biasa: mencari rekan pelayanan, mengajar dengan tekun, dan hidup setia di tengah dunia.
Dari gereja yang demikianlah lahir identitas yang bertahan sepanjang zaman: Kristen—mereka yang hidupnya berpusat pada Kristus.