HIDUP DENGAN PENUH ANTUSIAS (ROMA 12:11)

HIDUP DENGAN PENUH ANTUSIAS (ROMA 12:11)
gadget, bisnis, otomotif
HIDUP DENGAN PENUH ANTUSIAS.Roma 12:11 TB. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. TB: Alkitab Terjemahan Baru.

Antusias

Arti Kata Antusias Kata antusias (enthusiast) atau antusiasme (enthusiasm) berasal dari bahasa Yunani kuno entheos, yang terbagi atas 2 kata, yakni : en yang berarti di dalam dan theos artinya Tuhan. Antusias berarti diilhami dari Tuhan. Kata antusias ini pun berarti "penuh akan Tuhan".

Sedangkan menurut kamus Webster, antusiasme berarti kegairahan yang kuat terhadap salah satu sebab atau subyek; semangat atau minat yang berapi-api; kegairahan.

Walaupun kata antusiasme tidak pernah muncul dalam Alkitab, namun gagasan "penuh akan Tuhan" ada di seluruh Alkitab. Mereka yang memberikan seluruh energi mereka dalam melayani Tuhan diteguhkan, sementara yang suam-suam kuku ditolak. "Menyalanyala" bagi Tuhan lebih baik daripada "suam-suam kuku" (Wahyu 3:15-16).

Penuh Akan Tuhan

Paulus menulis kepada Timotius dan mendesaknya beberapa kali untuk menjadi penuh akan kuasa Tuhan atau penuh akan Tuhan dalam pelayanannya sebagai pemimpin gereja. 2 Timotius 1:7, Tuhan telah memberikan roh kuasa, kasih, dan disiplin diri untuk menguatkan Timotius dalam menghadapi tantangannya. 1 Timotius 1:18, Paulus mendesak Timotius untuk tetap kuat dalam memperjuangkan perjuangan yang baik. 1 Timotius 4:15-16, Lebih banyak perintah kepada Timotius agar dia rajin, tekun, dan memberikan diri seutuhnya pada masalah-masalah kepemimpinan. 2 Timotius 2:15, Rajin mempelajari firman Tuhan.

Di hadapan penganiayaan (2 Timotius 3:12), Paulus menulis untuk mendorong rekannya yang lebih muda untuk mempertahankan kerajinan, bertekun, dan memikirkan Tuhan saja. Timotius tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya sendiri. Dia harus bersandar pada kekuatan Tuhan dalam dirinya. Dia tidak bisa hanya setengah hati. Dia harus berada di dalam Roh Kudus.

Sikap antusias akan membawa kita pada pikiran, perasaan dan tindakan yang positif. Sikap antusias menimbulkan gairah positif yang meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain, membuat kita lebih terbuka terhadap ide-ide atau peluang baru, dan bahkan meningkatkan kualitas kesehatan kita.

Antusias itulah yang membuat para Rasul Perjanjian Baru, termasuk Rasul Paulus dan Timotius tetap bersemangat melayani Tuhan meskipun menghadapi berbagai pengalaman buruk dalam kehidupan mereka.

Kekuatan Dan Pengaruh Antusias

Dale Carnegie telah membuktikan keampuhan antusiasme bagi kesuksesan dirinya, sebagaimana telah ditulis dalam bukunya yang berjudul Rahasia Keberhasilan yang Jarang Dikenal. Ia pernah mengatakan bahwa antusiasme yang murni dan sepenuh hati adalah satu dari faktor-faktor kesuksesan dalam hampir segala usaha.

Dalam wawancaranya dengan berbagai tokoh sukses dunia, Dale Carnegie juga mendapatkan kesimpulan yang sama tentang kekuatan antusiasme.

Frederick Williamson, Presiden Direktur New York Central Railway pada saatnya, mengungkap rahasia keberhasilannya kepada Carnegie dengan mengatakan : Semakin lama saya hidup, semakin saya yakin bahwa antusiasme adalah rahasia keberhasilan yang jarang dikenal. Perbedaan nyata dalam ketrampilan, kemampuan dan kecerdasan antara mereka yang sukses dan yang gagal biasanya tidak begitu besar dan menyolok. Tetapi bila ada dua orang hampir setara dalam segala hal, maka dia yang antusias akan lebih unggul. Dan orang dengan kemampuan biasa-biasa saja tetapi memiliki antusiasme sering melebihi orang dengan kemampuan hebat tetapi tanpa antusiasme.

Charles Schwab - seseorang yang gajinya satu juta dolar setahun pada masanya - juga mengatakan kepada Carnegie bahwa rahasia keberhasilannya adalah antusiasme. Dia menyatakan bahwa seseorang dapat berhasil dalam bidang apa saja apabila dia memiliki antusiasme tak terbatas.

Charles F. Kettering, seorang penemu dan pakar otomotif terkenal, mengemukakan kaitan antara antusiasme dengan kesempatan. Ia mengatakan : Kita baru memasuki suatu era dimana dalam tiap bidang yang dapat dibayangkan, ada kesempatan yang tidak pernah diimpikan sebelumnya. Kesempatan-kesempatan ini akan datang kepada mereka yang memiliki antusiasme.

Albert Carr, dalam bukunya How to Attract Good Luck tidak menyebut kata antusiasme, tetapi sebagai gantinya ia menyebut kata semangat ( zest ) - yang kurang lebih sama artinya dengan antusias - sebagai jalan pintas menuju keberuntungan (the shortcut to luck). Ada alasan yang mendasar mengapa Carr mengambil kesimpulan begitu. Alasannya adalah bahwa semangat yang kita pancarkan kepada orang lain akan melemparkan kabel kemujuran sehingga mengalirlah arus kemujuran dengan cepat kepada kita. Seringkali semangat juga memperlihatkan pengaruhnya atas keberuntungan secara lebih halus dan dalam periode waktu yang lebih lama.

Carr memberi contoh bagaimana Winston Churchill menuai keberuntungan yang besar karena semangatnya yang tinggi. Kualitas semangatnya sudah berkobar-kobar semenjak ia masih muda, sebelum terjun ke dunia politik. Ketika ia menjadi wartawan muda, rekan-rekannya sesama jurnalis (yang kebanyakan lebih senior) menjulukinya dengan sinis sebagai si setan mujur Churchill, karena ia berhasil memperoleh beberapa berita penting dari nara sumber yang berpangkat jenderal (pada masa Perang Boer), sementara wartawan yang lain kesulitan mendapatkannya.

Hal itu ternyata disebabkan oleh semangat Churchill yang berhasil mencuri hati sang jenderal. Ia memang beruntung, tetapi yang tidak mereka lihat adalah sejauh mana keberuntungan itu diundang Churchill dengan kesiapan bersemangat dalam setiap petualangannya. Dan dalam sejarah, ia diakui oleh dunia sebagai orang yang paling bersemangat di zamannya.

Antusiasme atau semangat memang dahsyat kekuatannya, karena telah menimbulkan kesan yang mendalam bagi orang lain yang kita ajak bicara. Pengaruhnya akan lebih kuat lagi jika ditambahi dengan keramahtamahan, apalagi dengan orang asing atau orang yang baru kita kenal. Hal ini akan melipatgandakan manfaat dari networking yang kita lakukan. Bila dengan networking kita bisa memperbesar kemungkinan mendapatkan peluang, maka dengan tambahan antusiasme dan keramahan, peluang itu akan lebih cepat ditemukan, bahkan bisa menyambar kita dengan cepat. Itulah kekuatan dari antusiasme atau semangat.

Jadi, tidak salah apabila Bertrand Russell menyebut semangat sebagai tanda paling khusus dan universal dari orang-orang bahagia.

Antusias Adalah Jiwa Kehidupan

Antusiasme adalah kekuatan yang membuat harapan Anda bersinar seperti bintang. Antusiasme adalah keadaan yang menginspirasi seseorang untuk membubuhkan energy penuh semangat pada tugas-tugas yang sedang ditangani. Antusiasme menyulut kekuatan penggerak yang ada di dalam diri orang tersebut dan menjadi salah satu elemen penting untuk menjalankan kehidupan dengan sukses.

Dengan Antusiasme, bidikan seorang bisnis berubah menjadi hasrat yang berkobar dan sasaran-sasaran mereka menjadi menyala seperti mercu suar untuk menerangi alur menuju pencapaian besar.

Antusiasme adalah puncak emosi, suatu kekuatan penting yang mengaktifkan tindakan energik. Antusiasme membuat orang-orang menjadi lebih hidup, menyemarakkan keberadaan mereka dan menghasilkan perasaan penuh gairah yang melimpah tanpa henti untuk mencapai cita-cita mereka yang paling tinggi.

BACA JUGA: ROMA 12:11-32 (4 CARA AGAR PELAYANAN TIDAK KENDOR)

Antusiasme juga meningkatkan gairah kehidupan membangun sensasi harga diri yang penuh kegembiraan dan menghasilkan kemauan yang keras untuk mengalami potensi kehidupan yang paling sempurna. Antusiasme menjadikan percaya diri yang unggul dalam diri seseorang sehingga membuat ia mampu mengekspresikan keyakinan yang mantap bagi dunia.

Agar kita menjadi antusias terhadap kehidupan ini, bertindaklah antusias setiap hari merupakan kekuatan alam yang penting. Dengan kekuatan itu setiap orang dapat mengisi kembali tubuh mereka untuk melakukan tindakan-tindakan daya tahan yang luar biasa dan dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dengan lebih baik lagi.

Bahan Diskusi :

1. Apakah Saudara seorang yang antusias dalam menjalani hidup selama ini? Jika YA, apa penyebabnya! Jika TIDAK, mengapa?

2. Apakah Saudara punya tips-tips khusus untuk menjadi antusias?

Next Post Previous Post