Sacred Dissertations on the Lord’s Prayer: Makna Doa Bapa Kami

Pendahuluan:
Doa Bapa Kami adalah salah satu doa paling dikenal dalam Kekristenan. Doa ini diajarkan langsung oleh Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya sebagai model doa yang benar dan berkenan kepada Allah. Namun, lebih dari sekadar rangkaian kata, Doa Bapa Kami mengandung makna teologis yang mendalam tentang hubungan kita dengan Allah, kebergantungan kita kepada-Nya, dan misi kita di dunia.
Dalam teologi Reformed, Doa Bapa Kami sering menjadi topik kajian yang mendalam. Para teolog seperti John Calvin, Jonathan Edwards, R.C. Sproul, John Piper, dan Wayne Grudem menegaskan bahwa doa ini bukan sekadar ritual, tetapi ekspresi iman yang hidup dan doktrin yang kaya akan kebenaran.
Dalam artikel ini, kita akan membahas:
- Apa Itu Doa Bapa Kami dan Mengapa Yesus Mengajarkannya?
- Makna Setiap Bagian dalam Doa Bapa Kami Menurut Teologi Reformed
- Bagaimana Doa Bapa Kami Mencerminkan Doktrin Kedaulatan Allah?
- Bagaimana Kita Harus Berdoa Berdasarkan Doa Bapa Kami?
- Bagaimana Doa Bapa Kami Mempengaruhi Hidup Orang Percaya?
1. Apa Itu Doa Bapa Kami dan Mengapa Yesus Mengajarkannya?
Doa Bapa Kami tercatat dalam Matius 6:9-13 dan Lukas 11:2-4. Yesus mengajarkan doa ini sebagai bagian dari Khotbah di Bukit untuk menunjukkan kepada murid-murid-Nya bagaimana mereka harus berdoa dengan hati yang tulus dan berfokus kepada kehendak Allah.
“Karena itu, berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, Datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami atas kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat.” (Matius 6:9-13, AYT)
Mengapa Yesus Mengajarkan Doa Ini?
-
Untuk Menghindari Doa yang Bersifat Rutin dan Kosong
“Ketika kamu berdoa, janganlah bertele-tele seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah.” (Matius 6:7, AYT)
John Calvin menegaskan bahwa Doa Bapa Kami diberikan untuk mengajarkan umat Tuhan berdoa dengan hati yang penuh iman, bukan hanya sebagai ritual yang diucapkan tanpa makna.
-
Untuk Mengajarkan Pola Doa yang Alkitabiah
Doa ini menunjukkan prioritas dalam doa, yaitu:- Memuliakan Allah lebih dahulu
- Menyerahkan kehendak kita kepada-Nya
- Memohon kebutuhan jasmani dan rohani
- Mengakui dosa dan mencari pengampunan
- Memohon perlindungan dari pencobaan dan kejahatan
2. Makna Setiap Bagian dalam Doa Bapa Kami Menurut Teologi Reformed
a. "Bapa Kami yang di Surga" – Pengakuan Kedaulatan Allah
Yesus mengajarkan bahwa Allah adalah Bapa kita, tetapi Dia juga berdaulat di surga. Ini menunjukkan bahwa Allah adalah pribadi yang dekat, tetapi juga penuh kemuliaan dan otoritas.
Jonathan Edwards menekankan bahwa hubungan kita dengan Allah sebagai Bapa hanya mungkin karena karya Kristus yang menebus kita.
b. "Dikuduskanlah Nama-Mu" – Memuliakan Allah dalam Hidup Kita
Doa ini mengajarkan bahwa tujuan utama hidup kita adalah untuk memuliakan Allah.
“Apa pun yang kamu lakukan, lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Allah.” (1 Korintus 10:31, AYT)
John Piper menegaskan bahwa memuliakan Allah adalah tujuan utama manusia, dan doa kita harus mencerminkan kerinduan untuk melihat Allah dihormati.
c. "Datanglah Kerajaan-Mu" – Berdoa untuk Pekerjaan Allah di Dunia
Kerajaan Allah adalah pemerintahan-Nya yang sempurna atas dunia ini dan dalam hati umat-Nya.
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.” (Matius 6:33, AYT)
R.C. Sproul menjelaskan bahwa berdoa untuk Kerajaan Allah berarti meminta agar kehendak-Nya tergenapi dan Injil tersebar di seluruh dunia.
d. "Jadilah Kehendak-Mu di Bumi seperti di Surga" – Ketaatan kepada Allah
Bagian ini mengajarkan kita untuk menyerahkan hidup kita kepada kehendak Allah.
“Bukan kehendakku, tetapi kehendak-Mulah yang terjadi.” (Lukas 22:42, AYT)
John Calvin menegaskan bahwa iman sejati ditandai dengan kesediaan untuk taat kepada kehendak Allah, meskipun itu sulit bagi kita.
e. "Berikanlah Kami Hari Ini Makanan Kami yang Secukupnya" – Kebergantungan pada Pemeliharaan Tuhan
Bagian ini mengajarkan bahwa Allah adalah sumber segala kebutuhan kita, dan kita harus percaya pada pemeliharaan-Nya setiap hari.
“Allahku akan memenuhi segala kebutuhanmu.” (Filipi 4:19, AYT)
Wayne Grudem menjelaskan bahwa meminta makanan sehari-hari mengingatkan kita bahwa kita tidak hidup oleh kekuatan sendiri, tetapi oleh anugerah Allah.
f. "Ampunilah Kami atas Kesalahan Kami" – Pentingnya Pengakuan Dosa
Pengampunan dosa adalah inti dari Injil.
“Jika kita mengaku dosa kita, Ia setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni dosa kita.” (1 Yohanes 1:9, AYT)
Jonathan Edwards menekankan bahwa seorang Kristen yang sejati harus hidup dalam kesadaran akan dosa dan terus-menerus mencari pengampunan Tuhan.
g. "Janganlah Membawa Kami ke dalam Pencobaan" – Perlindungan dari Kejatuhan dalam Dosa
Allah tidak mencobai manusia, tetapi kita harus berdoa agar dijauhkan dari pencobaan yang membuat kita jatuh dalam dosa.
“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” (Matius 26:41, AYT)
R.C. Sproul mengajarkan bahwa kesadaran akan kelemahan kita harus mendorong kita untuk berdoa agar Tuhan menjaga kita dari kejatuhan.
3. Bagaimana Doa Bapa Kami Mempengaruhi Hidup Orang Percaya?
- Mengajarkan kita untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah
- Menjadikan doa sebagai bagian utama dalam kehidupan rohani
- Membantu kita memahami prioritas dalam doa dan kehidupan
- Mengembangkan hati yang bersyukur dan rendah hati di hadapan Allah
- Memperkuat iman kita dalam pengharapan akan kedatangan Kerajaan Allah
Sebagaimana John Calvin berkata:
“Doa bukanlah untuk mengubah kehendak Allah, tetapi untuk membawa kita lebih dekat kepada-Nya dalam ketaatan dan kasih.”
Kesimpulan: Doa Bapa Kami sebagai Model Doa yang Sejati
Dari pembahasan ini, kita belajar bahwa Doa Bapa Kami bukan hanya sekadar doa yang dihafalkan, tetapi doa yang mencerminkan inti dari iman Kristen:
- Mengutamakan kemuliaan Allah dalam segala hal
- Mengingatkan kita akan kebergantungan kepada Tuhan
- Mendorong kita untuk hidup dalam pengampunan dan kasih
- Membantu kita tetap setia dalam menghadapi pencobaan
Marilah kita terus berdoa dengan hati yang tulus, berlandaskan firman Tuhan, dan hidup dalam kebenaran-Nya setiap hari!