Zakharia 6:9–11: Mahkota bagi Imam Besar

Zakharia 6:9–11: Mahkota bagi Imam Besar

Pendahuluan: Tindakan Simbolis yang Sarat Makna

Zakharia adalah nabi pasca-pembuangan yang melayani pada masa pembangunan kembali Bait Allah (sekitar 520–518 SM). Pasal 6 menutup rangkaian penglihatan malam yang penuh simbol apokaliptik. Namun Zakharia 6:9–11 bukan sekadar penglihatan—ini adalah tindakan simbolis nyata: membuat mahkota dan mengenakannya pada kepala imam besar Yosua.

Tindakan ini mengejutkan secara teologis. Dalam struktur Israel, raja berasal dari suku Yehuda, sedangkan imam dari suku Lewi. Mengapa seorang imam dikenakan mahkota?

Dalam perspektif teologi Reformed, teks ini adalah nubuat simbolis yang menunjuk kepada Mesias—Pribadi yang akan menyatukan jabatan imam dan raja dalam diri-Nya. Artikel ini akan mengekspos bagian ini secara mendalam dengan merujuk pada pemikiran Yohanes Calvin, Herman Bavinck, Geerhardus Vos, Meredith G. Kline, O. Palmer Robertson, dan Anthony Hoekema.

I. Firman TUHAN sebagai Inisiatif Ilahi (Zakharia 6:9)

“Datanglah firman TUHAN kepadaku…”

Segala sesuatu dimulai dari wahyu Allah. Ini bukan gagasan Zakharia, melainkan perintah ilahi.

1. Allah yang Berinisiatif dalam Sejarah Penebusan

Calvin menegaskan bahwa setiap tahap pemulihan Israel setelah pembuangan adalah bukti kesetiaan Allah pada perjanjian-Nya dengan Abraham dan Daud.

Dalam teologi Reformed, sejarah bukan kebetulan; ia adalah panggung kedaulatan Allah.

2. Wahyu sebagai Dasar Tindakan Profetik

Zakharia bertindak bukan atas intuisi religius, tetapi atas dasar firman. Ini menunjukkan prinsip sola Scriptura dalam embrio Perjanjian Lama—bahwa tindakan umat Allah harus didasarkan pada wahyu-Nya.

II. Persembahan dari Orang Buangan: Dimensi Perjanjian (Zakharia 6:10)

Nama-nama yang disebut—Heldai, Tobia, Yedaya—adalah orang-orang yang kembali dari Babel.

1. Sisa yang Setia

Bavinck menekankan konsep “remnant” (sisa umat). Allah selalu memelihara umat-Nya dalam sejarah, bahkan dalam pembuangan.

Persembahan ini melambangkan partisipasi umat dalam rencana Allah.

2. Solidaritas Perjanjian

O. Palmer Robertson melihat ini sebagai tindakan perjanjian kolektif. Mahkota itu bukan hanya simbol pribadi bagi Yosua, tetapi representasi harapan nasional Israel.

III. Mahkota bagi Imam Besar: Tindakan Simbolis yang Radikal (Zakharia 6:11)

“Buatlah mahkota dan kenakanlah itu pada kepala imam besar Yosua…”

Inilah inti perikop ini.

1. Ketegangan antara Jabatan Raja dan Imam

Dalam Perjanjian Lama, fungsi imam dan raja dipisahkan secara tegas.

  • Raja Uzia dihukum ketika mencoba menjalankan fungsi imam (2 Taw. 26).

  • Raja Saul ditolak ketika mempersembahkan korban (1 Sam. 13).

Mengapa kini seorang imam dikenakan mahkota?

Calvin menafsirkan ini sebagai nubuat simbolis, bukan penetapan Yosua sebagai raja literal.

2. Tipologi Mesianik

Geerhardus Vos melihat peristiwa ini sebagai tipologi yang menunjuk kepada Kristus sebagai Imam dan Raja.

Mazmur 110:4 sudah menubuatkan:
“Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut peraturan Melkisedek.”

Kristus adalah penggenapan sejati dari persatuan imamat dan kerajaan.

IV. Kristologi dalam Zakharia 6

Walaupun ayat 12 (yang menyebut “Tunas”) melanjutkan penjelasan, bahkan dalam ayat 9–11 sudah terlihat arah mesianik.

1. Kristus sebagai Imam Besar Agung

Dalam Ibrani 4–7, Yesus disebut Imam Besar yang sempurna.

Bavinck menyatakan bahwa Kristus tidak hanya mempersembahkan korban; Ia adalah korban itu sendiri.

2. Kristus sebagai Raja yang Memerintah

Sebagai Anak Daud, Kristus adalah Raja yang kekal.

Hoekema menekankan bahwa kerajaan Kristus bersifat rohani dan eskatologis, tetapi nyata dan berdaulat.

V. Kesatuan Jabatan dalam Teologi Reformed

Teologi Reformed berbicara tentang tiga jabatan Kristus (munus triplex):

  1. Nabi

  2. Imam

  3. Raja

Zakharia 6:9–11 memberikan dasar profetik bagi kesatuan dua jabatan terakhir.

1. Imam yang Memerintah

Dalam Kristus, pengantara dan penguasa adalah Pribadi yang sama.

Meredith Kline melihat ini sebagai pemulihan ideal teokrasi—di mana kekudusan dan pemerintahan bersatu sempurna.

VI. Dimensi Eskatologis

Mahkota ini bukan sekadar simbol masa lalu, tetapi menunjuk ke masa depan.

1. Kerajaan yang Akan Datang

Vos menekankan bahwa Perjanjian Lama dipenuhi bayangan kerajaan Mesias.

Zakharia melayani pada masa pembangunan kembali Bait Allah, tetapi pengharapan sejati melampaui bangunan fisik.

2. Gereja sebagai Umat Imam-Raja

Dalam 1 Petrus 2:9, orang percaya disebut “imamat rajani.”

Dalam Kristus, umat Allah turut ambil bagian dalam jabatan-Nya secara rohani.

VII. Kedaulatan Allah dalam Pemulihan Pasca-Pembuangan

Zakharia melayani dalam konteks kerapuhan nasional.

Namun Allah sedang menenun rencana besar melalui tindakan sederhana: sebuah mahkota dari perak dan emas.

Bavinck menyatakan bahwa Allah sering bekerja melalui simbol kecil untuk menunjuk pada realitas kosmis.

VIII. Implikasi Teologis bagi Gereja

  1. Kristus adalah satu-satunya Raja dan Imam sejati.

  2. Gereja tidak boleh memisahkan penyembahan dari ketaatan kepada pemerintahan Kristus.

  3. Harapan eskatologis kita berakar pada karya Mesias yang sudah dan akan datang.

IX. Kristus sebagai Penggenapan Total

Yosua bin Yozadak hanyalah bayangan.

Kristus adalah:

  • Imam tanpa dosa

  • Raja tanpa batas

  • Pengantara yang efektif

  • Penguasa yang adil

Calvin menegaskan bahwa seluruh nubuat Perjanjian Lama menemukan “ya dan amin” dalam Kristus.

X. Refleksi Pastoral: Hidup di Bawah Mahkota Kristus

Jika Kristus adalah Imam dan Raja:

  • Kita datang kepada-Nya untuk pengampunan.

  • Kita tunduk kepada-Nya dalam ketaatan.

  • Kita berharap kepada-Nya untuk penggenapan akhir.

Mahkota di kepala Yosua mengingatkan bahwa Allah sedang menyiapkan kerajaan yang tidak tergoncangkan.

Kesimpulan: Mahkota yang Menunjuk kepada Salib dan Takhta

Zakharia 6:9–11 adalah tindakan simbolis yang kaya makna teologis.

Ia mengajarkan bahwa:

  • Allah setia pada janji perjanjian-Nya.

  • Pemulihan Israel menunjuk pada Mesias yang akan datang.

  • Jabatan imam dan raja dipersatukan secara sempurna dalam Kristus.

  • Sejarah bergerak menuju kerajaan Mesianik yang kekal.

Dalam terang teologi Reformed, teks ini mengarahkan kita kepada Kristus sebagai Imam Besar yang telah mempersembahkan diri-Nya dan sebagai Raja yang kini memerintah dengan mahkota kemuliaan.

Mahkota di Zakharia bukanlah simbol kekuasaan politik sementara, melainkan bayangan dari kerajaan kekal yang ditegakkan melalui salib dan kebangkitan.

Kiranya kita hidup sebagai umat yang tunduk kepada Raja-Imam kita, menantikan hari ketika Ia dinyatakan dalam kemuliaan penuh.

Soli Deo Gloria.

Next Post Previous Post