God’s Not Done: Allah Belum Selesai Bekerja

God’s Not Done: Allah Belum Selesai Bekerja

Pendahuluan

Ada masa ketika kita melihat kehidupan sendiri dan bertanya, “Apakah Tuhan masih bekerja?”

Kita melihat kegagalan, dosa yang berulang, doa yang belum terjawab, pelayanan yang terasa mandek, hubungan yang rusak, atau masa depan yang tidak jelas. Dalam keadaan seperti itu, mudah sekali menyimpulkan bahwa pekerjaan Allah dalam hidup kita telah berhenti.

Namun Filipi 1:6 memberikan sebuah keyakinan yang sangat kuat:

“Aku sungguh yakin bahwa Ia yang telah memulai pekerjaan baik di antara kamu, Ia juga yang akan menyempurnakannya sampai hari Yesus Kristus.”
— Filipi 1:6, AYT

Inilah inti dari ungkapan “God’s Not Done”: Allah belum selesai bekerja.

Kalimat ini bukan sekadar slogan motivasi Kristen. Filipi 1:6 berbicara tentang keyakinan rasul Paulus terhadap karya Allah dalam keselamatan umat-Nya. Allah yang memulai pekerjaan baik tidak akan meninggalkan pekerjaan itu setengah jalan.

Ayat ini memberikan penghiburan bagi orang percaya yang sedang berada dalam proses pengudusan. Kita mungkin melihat banyak kekurangan dalam diri sendiri, tetapi Allah melihat pekerjaan yang sedang Dia kerjakan dan yang akan Dia sempurnakan.


Konteks Filipi 1:6

Untuk memahami Filipi 1:6 dengan benar, kita perlu melihat konteksnya.

Surat Filipi ditulis Paulus kepada jemaat di Filipi. Hubungan Paulus dengan jemaat ini sangat istimewa. Mereka telah menjadi rekan dalam pemberitaan Injil.

Paulus bahkan mengucap syukur kepada Allah setiap kali mengingat mereka.

Filipi 1:3–5 menunjukkan bahwa Paulus bersukacita karena:

“persekutuanmu dalam Injil.”

Jemaat Filipi bukan sekadar komunitas yang pernah mendengar Injil. Mereka ikut mengambil bagian dalam pekerjaan Injil.

Karena itu, Filipi 1:6 harus dibaca dalam konteks keselamatan, persekutuan, dan karya Injil.

Paulus bukan sekadar mengatakan:

“Jangan khawatir, hidupmu pasti akan menjadi lebih mudah.”

Janji ini jauh lebih dalam.

Dia sedang berbicara tentang pekerjaan Allah yang menghasilkan keselamatan dan terus membawa orang percaya menuju kesempurnaan pada hari Kristus.


“Aku Sungguh Yakin”

Paulus memulai dengan keyakinan.

Dalam AYT:

“Aku sungguh yakin…”

Ini bukan optimisme manusia.

Paulus tidak berkata:

“Saya berharap semuanya akan baik.”

Dia mengatakan bahwa dia memiliki keyakinan berdasarkan karakter dan karya Allah.

Iman Kristen tidak dibangun terutama di atas prediksi terhadap keadaan.

Iman dibangun di atas siapa Allah.

Keadaan dapat berubah.

Perasaan dapat berubah.

Kesehatan dapat berubah.

Pekerjaan dapat berubah.

Hubungan dapat berubah.

Tetapi Allah tetap setia.


Dasar Keyakinan Paulus

Mengapa Paulus begitu yakin?

Karena dia tidak meletakkan dasar pengharapannya pada kemampuan jemaat Filipi.

Dia meletakkannya pada Allah.

Perhatikan subjek utama Filipi 1:6:

“Ia yang telah memulai…”

“Ia juga yang akan menyempurnakannya…”

Allah adalah pelaku utama.

Ini merupakan salah satu aspek terpenting ayat ini.

Keselamatan bukan proyek manusia yang kemudian dibantu Allah.

Keselamatan adalah karya anugerah Allah.


“Ia yang Telah Memulai Pekerjaan Baik”

Frasa ini menunjuk kepada Allah sebagai Pribadi yang memulai karya keselamatan.

Sebelum kita mencari Allah, Allah terlebih dahulu bekerja.

Sebelum kita mengerti Injil, Allah bekerja.

Sebelum kita memiliki kekuatan untuk datang kepada Kristus, Allah bekerja.

Dalam perspektif teologi Reformed, keselamatan berakar pada inisiatif anugerah Allah.

Manusia tidak menyelamatkan dirinya sendiri.

Allah memanggil.

Allah menghidupkan.

Allah membenarkan.

Allah menguduskan.

Allah memelihara.

Dan akhirnya Allah memuliakan.


John Calvin dan Anugerah Allah

John Calvin sangat menekankan bahwa keselamatan sepenuhnya bergantung pada anugerah Allah.

Manusia dalam keadaan berdosa tidak dapat membanggakan dirinya di hadapan Allah.

Jika Allah tidak mengambil inisiatif, manusia tidak akan datang kepada-Nya dengan kekuatan sendiri.

Karena itu, Filipi 1:6 sangat sesuai dengan kerangka pemikiran Reformed.

Allah yang memulai pekerjaan keselamatan adalah Allah yang juga memeliharanya.

Dasar keselamatan bukan kestabilan manusia.

Dasarnya adalah kesetiaan Allah.


Apa yang Dimaksud “Pekerjaan Baik”?

Apa sebenarnya “pekerjaan baik” yang dimulai Allah?

Ada beberapa kemungkinan yang perlu diperhatikan.

Pertama, pekerjaan keselamatan Allah dalam kehidupan orang percaya.

Kedua, pekerjaan yang berkaitan dengan pertumbuhan rohani.

Ketiga, partisipasi jemaat dalam pekerjaan Injil.

Dalam konteks Filipi 1:5, pembahasan tentang “persekutuan dalam Injil” sangat dekat dengan ayat 6.

Karena itu, pekerjaan baik ini tidak boleh dipersempit menjadi:

“Allah akan membuat hidup saya sukses.”

Pekerjaan baik Allah terutama berkaitan dengan karya keselamatan dan transformasi umat-Nya untuk hidup bagi Injil.


God’s Not Done Bukan Janji Kesuksesan Duniawi

Ini merupakan koreksi penting.

Filipi 1:6 tidak berkata:

“Allah yang memulai bisnis Anda akan membuat bisnis Anda sukses.”

Tidak berkata:

“Allah akan memastikan Anda kaya.”

Tidak berkata:

“Allah akan membuat semua masalah hilang.”

Janji ini lebih dalam.

Allah berjanji menyelesaikan pekerjaan keselamatan-Nya.

Mungkin perjalanan kita penuh penderitaan.

Mungkin ada kegagalan.

Mungkin ada kehilangan.

Namun semua itu tidak berarti Allah berhenti bekerja.


John Murray dan Ordo Keselamatan

John Murray, dalam Redemption Accomplished and Applied, menjelaskan bagaimana karya penebusan Kristus diterapkan kepada orang percaya.

Keselamatan memiliki berbagai aspek yang saling berhubungan: panggilan efektif, regenerasi, iman, pertobatan, pembenaran, pengudusan, dan akhirnya pemuliaan.

Kerangka ini membantu kita memahami Filipi 1:6.

Allah tidak hanya membawa seseorang sampai pada titik pertobatan lalu meninggalkannya.

Karya keselamatan terus berlangsung sampai mencapai kepenuhannya.


“Ia Juga yang Akan Menyempurnakannya”

Ini merupakan bagian yang sangat menguatkan.

Allah tidak hanya memulai.

Dia juga menyelesaikan.

Kita sering memulai sesuatu tetapi tidak menyelesaikannya.

Kita memulai membaca Alkitab.

Berhenti.

Memulai disiplin doa.

Berhenti.

Memulai pelayanan.

Lelah.

Memulai perubahan hidup.

Jatuh lagi.

Manusia sering tidak konsisten.

Tetapi Allah berbeda.

Apa yang Dia mulai, Dia sanggup selesaikan.


Doktrin Perseverance of the Saints

Dalam teologi Reformed, hal ini berkaitan erat dengan doktrin ketekunan orang-orang kudus.

Orang-orang yang sungguh-sungguh berada di dalam Kristus akan dipelihara oleh Allah sampai akhir.

Ini bukan berarti orang percaya tidak pernah jatuh.

Petrus pernah menyangkal Yesus.

Daud jatuh ke dalam dosa serius.

Orang percaya dapat mengalami kelemahan.

Namun Allah tidak meninggalkan umat-Nya.

Dia memulihkan, mendisiplin, menguduskan, dan memelihara mereka.


Louis Berkhof dan Ketekunan Orang Kudus

Louis Berkhof menjelaskan bahwa ketekunan orang-orang kudus bukan berarti manusia dengan kekuatannya sendiri mempertahankan keselamatan.

Sebaliknya, Allah memelihara orang percaya sehingga mereka tetap berada dalam iman.

Ini sangat penting.

Kita bertahan karena Allah menopang kita.

Kita bertekun karena Allah bekerja di dalam kita.

Kesetiaan manusia merupakan buah dari kesetiaan Allah.


Allah Tidak Selesai dengan Kita

Ada orang Kristen yang melihat masa lalu dan berkata:

“Saya terlalu rusak.”

“Saya sudah terlalu sering gagal.”

“Saya tidak mungkin berubah.”

“Saya sudah mengecewakan Tuhan terlalu banyak.”

Filipi 1:6 memberikan perspektif berbeda.

Jika Allah benar-benar telah memulai pekerjaan baik dalam hidup Anda, jangan menganggap proses yang belum selesai sebagai bukti bahwa Allah gagal.

Anda masih dalam proses.

Allah belum selesai.


Pengudusan Adalah Proses

Keselamatan memiliki dimensi yang sudah terjadi dan masih berlangsung.

Kita telah dibenarkan melalui iman.

Namun kita masih sedang dikuduskan.

Kita belum sempurna.

Masih ada dosa yang harus dimatikan.

Masih ada karakter yang harus dibentuk.

Masih ada pola pikir yang harus diperbarui.

Masih ada kasih yang harus bertumbuh.

Karena itu, kehidupan Kristen adalah perjalanan.


John Owen dan Peperangan Melawan Dosa

John Owen sangat terkenal karena pembahasannya mengenai pengudusan dan peperangan melawan dosa.

Dalam Of the Mortification of Sin in Believers, Owen menekankan bahwa orang percaya dipanggil untuk terus mematikan dosa.

Ini berarti pertumbuhan rohani tidak selalu terlihat spektakuler.

Kadang pertumbuhan terlihat dalam hal-hal sederhana:

Hari ini kita lebih cepat mengakui dosa.

Kita lebih cepat meminta maaf.

Kita lebih mampu mengendalikan amarah.

Kita lebih peka terhadap dosa.

Kita lebih rindu berdoa.

Kita lebih mengasihi firman.

Itu semua dapat menjadi tanda bahwa Allah sedang bekerja.


Jangan Meremehkan Proses Kecil

Kita sering mencari perubahan besar.

Namun pengudusan biasanya berlangsung melalui langkah-langkah kecil.

Seseorang yang dahulu tidak pernah berdoa mulai berdoa.

Seseorang yang dahulu hidup dalam kepahitan mulai belajar mengampuni.

Seseorang yang dahulu mencintai dosa mulai membencinya.

Seseorang yang dahulu tidak peduli kepada firman mulai haus membaca Alkitab.

Jangan meremehkan pekerjaan kecil Allah.

Benih yang kecil dapat menghasilkan pohon yang besar.


Allah Bekerja Melalui Kegagalan

Ini mungkin salah satu bagian paling menghibur dari Filipi 1:6.

Allah tidak berhenti bekerja hanya karena kita gagal.

Kegagalan bukan alasan untuk menyerah.

Petrus gagal.

Namun Kristus memulihkannya.

Markus pernah meninggalkan perjalanan misi.

Namun kemudian dia menjadi berguna dalam pelayanan Paulus.

Kegagalan tidak harus menjadi bab terakhir.

Allah dapat menggunakan kegagalan untuk merendahkan, mengajar, memurnikan, dan mengarahkan kita.


Namun Anugerah Bukan Izin untuk Berdosa

Kita harus berhati-hati.

“God’s Not Done” tidak berarti:

“Tidak apa-apa terus hidup dalam dosa.”

Anugerah bukan izin untuk tinggal dalam pemberontakan.

Justru karena Allah sedang bekerja, kita dipanggil untuk merespons dengan iman dan ketaatan.

Filipi 2:12–13 bahkan menghubungkan tanggung jawab manusia dengan pekerjaan Allah:

Orang percaya dipanggil mengerjakan keselamatan mereka dengan takut dan gentar, karena Allah yang bekerja di dalam mereka.


Allah Bekerja di Dalam Kita

Filipi 2:13 merupakan pasangan yang sangat penting dengan Filipi 1:6.

Allah bekerja di dalam kita.

Tetapi kita juga dipanggil untuk hidup aktif dalam iman.

Ini bukan kontradiksi.

Allah bekerja melalui tindakan manusia.

Kita berdoa.

Kita membaca firman.

Kita bertobat.

Kita melawan dosa.

Kita bersekutu.

Kita melayani.

Namun di balik semuanya itu ada karya anugerah Allah.


R.C. Sproul tentang Kedaulatan dan Tanggung Jawab

R.C. Sproul sering menekankan bahwa kedaulatan Allah tidak menghapus tanggung jawab manusia.

Allah berdaulat.

Manusia tetap bertanggung jawab.

Dalam Filipi, kedua hal ini berjalan bersama.

Kita dipanggil untuk bertekun.

Namun kita dapat bertekun karena Allah sedang bekerja.

Dengan demikian, doktrin anugerah bukan alasan untuk pasif.

Anugerah justru menghasilkan kehidupan yang aktif bagi Allah.


“Sampai Hari Yesus Kristus”

Ini adalah bagian eskatologis yang sangat penting.

Allah akan menyempurnakan pekerjaan-Nya:

“sampai hari Yesus Kristus.”

Paulus melihat kehidupan Kristen dalam perspektif kedatangan Kristus.

Kita bukan hanya hidup untuk hari ini.

Kita sedang menuju suatu hari.

Hari ketika Kristus datang.

Hari ketika tubuh dibangkitkan.

Hari ketika dosa tidak lagi ada.

Hari ketika umat Allah masuk ke dalam kemuliaan.


Hari Kristus dan Pengharapan Kristen

Bagi orang percaya, masa depan bukan kehampaan.

Ada tujuan.

Allah sedang membawa umat-Nya menuju kesempurnaan.

Sekarang kita masih bergumul.

Nanti kita akan sempurna.

Sekarang kita masih menangis.

Nanti air mata dihapus.

Sekarang kita masih melawan dosa.

Nanti kita akan menikmati kekudusan tanpa dosa.

Sekarang kita berjalan dengan iman.

Nanti kita akan melihat dengan jelas.


Herman Bavinck dan Kesempurnaan Akhir

Herman Bavinck dalam Reformed Dogmatics menempatkan keselamatan dalam kerangka besar karya Allah dari penciptaan sampai penyempurnaan.

Allah tidak meninggalkan ciptaan-Nya.

Rencana penebusan bergerak menuju konsumasi.

Karena itu, Filipi 1:6 harus dilihat dalam gambaran besar karya Allah.

Allah bukan hanya menyelamatkan individu untuk kehidupan sekarang.

Dia sedang membentuk umat bagi kemuliaan akhir.


God’s Not Done Ketika Kita Masih Menangis

Ada masa ketika kita berpikir:

“Kalau Allah masih bekerja, mengapa hidup saya begitu sulit?”

Filipi 1:6 tidak menjanjikan bahwa prosesnya mudah.

Justru Paulus menulis surat ini dalam keadaan penuh keterbatasan.

Namun dia tetap dapat bersukacita.

Mengapa?

Karena pengharapannya tidak ditentukan oleh keadaan penjara.

Dia melihat pekerjaan Allah yang lebih besar.


Allah Bekerja Bahkan dalam Penderitaan

Penderitaan tidak berada di luar pekerjaan Allah.

Roma 8 mengajarkan bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

Kebaikan tersebut bukan berarti selalu kenyamanan.

Konteks Roma 8 mengarah kepada keserupaan dengan Kristus.

Dengan demikian, Allah dapat menggunakan penderitaan untuk membentuk kita semakin menyerupai Kristus.


Ketika Doa Belum Terjawab

Mungkin Anda sudah berdoa bertahun-tahun.

Namun jawaban belum datang.

Filipi 1:6 mengingatkan:

Allah belum selesai.

Tidak berarti semua permintaan kita akan dikabulkan sesuai keinginan.

Tetapi Allah sedang mengerjakan sesuatu yang lebih besar: membentuk kita dan membawa kita menuju tujuan akhir-Nya.

Terkadang jawaban Allah bukan mengubah situasi dengan segera.

Terkadang Dia mengubah kita di tengah situasi tersebut.


Ketika Pelayanan Terasa Gagal

Pelayan Tuhan juga membutuhkan Filipi 1:6.

Mungkin pelayanan yang dibangun bertahun-tahun tampak tidak berkembang.

Mungkin orang yang kita muridkan menjauh.

Mungkin khotbah kita terasa tidak menghasilkan buah.

Mungkin gereja mengalami konflik.

Jangan langsung menyimpulkan bahwa Allah berhenti bekerja.

Pekerjaan Allah tidak selalu terlihat dalam statistik.

Benih firman dapat bekerja dalam hati manusia selama bertahun-tahun.


Timothy Keller dan Injil Anugerah

Timothy Keller sering menekankan bahwa Injil bukan berita tentang bagaimana manusia bekerja keras agar Allah menerima kita.

Injil adalah berita tentang apa yang Allah telah lakukan bagi kita di dalam Kristus.

Ini sangat berkaitan dengan Filipi 1:6.

Keselamatan dimulai dari anugerah.

Pertumbuhan juga bergantung pada anugerah.

Kita tidak memulai dengan anugerah lalu menyelesaikan semuanya dengan kekuatan sendiri.

Dari awal sampai akhir, kita bergantung kepada Kristus.


“God’s Not Done” dan Identitas Kita

Jangan menentukan identitas berdasarkan keadaan sekarang.

Anda mungkin:

  • sedang gagal;
  • sedang menganggur;
  • sedang mengalami konflik;
  • sedang bergumul dengan dosa;
  • sedang menunggu jawaban doa;
  • sedang merasa tidak berguna.

Namun itu bukan akhir cerita.

Jika Anda berada dalam Kristus, Allah sedang mengerjakan sesuatu.

Identitas Anda bukan:

“Saya adalah kegagalan saya.”

Identitas Anda adalah:

“Saya milik Kristus dan sedang dibentuk oleh-Nya.”


Perbedaan antara Perfeksionisme dan Pengudusan

Perfeksionisme berkata:

“Saya harus sempurna agar diterima.”

Injil berkata:

“Saya diterima dalam Kristus, karena itu saya sedang dikuduskan.”

Ini perbedaan yang sangat besar.

Perfeksionisme menghasilkan ketakutan.

Anugerah menghasilkan pertobatan.

Perfeksionisme berkata:

“Jika saya gagal, semuanya berakhir.”

Filipi 1:6 berkata:

Allah masih bekerja.


God’s Not Done dengan Keluarga Kita

Kita juga dapat membawa prinsip ini dalam doa bagi keluarga.

Mungkin anak kita belum mengenal Tuhan.

Mungkin pasangan kita sedang jauh dari iman.

Mungkin anggota keluarga sedang mengalami krisis.

Kita tidak boleh memanipulasi ayat ini sebagai jaminan bahwa setiap orang yang kita doakan pasti akan diselamatkan.

Namun kita dapat berdoa dengan penuh harapan kepada Allah yang berdaulat.

Kita dapat percaya bahwa Allah mampu bekerja bahkan ketika kita tidak melihat hasilnya.


God’s Not Done dengan Gereja

Gereja juga berada dalam proses.

Tidak ada gereja lokal yang sempurna.

Akan ada kelemahan.

Ada konflik.

Ada dosa.

Ada ketidakdewasaan.

Namun Kristus sedang membangun gereja-Nya.

Karena itu, gereja harus terus kembali kepada:

firman, Injil, doa, sakramen, pemuridan, dan persekutuan.

Pertumbuhan gereja bukan terutama tentang menjadi terkenal.

Pertumbuhan sejati berarti semakin serupa dengan Kristus.


J.I. Packer: Mengenal Allah dalam Proses

Dalam Knowing God, J.I. Packer menolong pembaca memahami bahwa kehidupan Kristen bukan sekadar mengetahui informasi tentang Allah, tetapi berjalan bersama-Nya.

Kita mengenal Allah melalui seluruh perjalanan kehidupan.

Dalam sukacita.

Dalam penderitaan.

Dalam koreksi.

Dalam doa.

Dalam firman.

Dalam komunitas.

Dengan demikian, proses yang belum selesai bukan alasan untuk putus asa.

Proses itu sendiri merupakan bagian dari pekerjaan Allah.


Jangan Membandingkan Prosesmu dengan Orang Lain

Salah satu penyebab keputusasaan adalah perbandingan.

Kita melihat orang lain dan berkata:

“Dia sudah jauh lebih dewasa.”

“Pelayanannya lebih berhasil.”

“Hidupnya lebih baik.”

“Dia tampaknya lebih dekat dengan Tuhan.”

Tetapi Allah tidak meminta kita menjalani perjalanan orang lain.

Allah sedang mengerjakan kita.

Filipi 1:6 mengarahkan mata kita kepada Allah, bukan kepada perbandingan.


Allah Menyelesaikan Apa yang Dia Mulai

Ini adalah inti artikel ini.

God’s Not Done.

Allah belum selesai.

Jika hari ini Anda masih bergumul, jangan menyerah.

Jika Anda masih belajar berdoa, teruslah berdoa.

Jika Anda masih jatuh, bertobatlah dan bangun kembali.

Jika Anda masih belajar mengampuni, teruslah belajar.

Jika Anda masih melawan dosa, jangan berhenti.

Jika Anda belum melihat buah pelayanan, tetaplah setia.

Allah sedang bekerja.


Tetapi Apa Artinya “Selesai”?

Kesempurnaan yang dimaksud Filipi 1:6 bukan berarti kita akan menjadi manusia tanpa masalah dalam kehidupan sekarang.

Penyempurnaan akhirnya terjadi pada hari Yesus Kristus.

Ketika Kristus datang, karya pengudusan akan mencapai kesempurnaannya.

Orang percaya akan dimuliakan.

Tidak ada lagi dosa.

Tidak ada lagi kematian.

Tidak ada lagi kutuk.

Kita akan menjadi serupa dengan Kristus dalam kemuliaan.


Pengharapan yang Berpusat pada Kristus

Akhirnya, Filipi 1:6 bukan terutama tentang:

“Saya pasti menjadi versi terbaik dari diri saya.”

Ini bukan filosofi pengembangan diri.

Ini tentang:

Kristus.

Allah menyelamatkan kita di dalam Kristus.

Allah menguduskan kita di dalam Kristus.

Allah memelihara kita di dalam Kristus.

Dan Allah akan memuliakan kita bersama Kristus.

Karena itu, pengharapan kita bukan pada kekuatan diri.

Pengharapan kita ada pada Tuhan yang setia.


Penerapan Filipi 1:6

Bagaimana kita menerapkan ayat ini?

Pertama, jangan menyerah dalam proses pengudusan.

Pertumbuhan membutuhkan waktu.

Kedua, jangan menjadikan kegagalan sebagai identitas.

Kegagalan dapat menjadi tempat pertobatan.

Ketiga, terus gunakan sarana anugerah.

Berdoalah, baca firman, bersekutu, dan ambillah bagian dalam kehidupan gereja.

Keempat, percayalah kepada providensia Allah.

Anda tidak melihat seluruh gambar.

Allah melihat seluruhnya.

Kelima, arahkan mata kepada hari Kristus.

Kehidupan sekarang bukan bab terakhir.


Kesimpulan

Filipi 1:6 merupakan salah satu ayat paling kuat mengenai kesetiaan Allah dalam kehidupan orang percaya.

Paulus berkata:

“Aku sungguh yakin bahwa Ia yang telah memulai pekerjaan baik di antara kamu, Ia juga yang akan menyempurnakannya sampai hari Yesus Kristus.”

Ayat ini mengajarkan bahwa Allah adalah inisiator dan penyempurna keselamatan.

John Calvin menolong kita melihat bahwa keselamatan berakar pada anugerah dan kedaulatan Allah. John Murray menunjukkan bagaimana karya penebusan Kristus diterapkan dan membawa orang percaya menuju pemuliaan. Louis Berkhof menjelaskan ketekunan orang-orang kudus sebagai karya pemeliharaan Allah. John Owen mengingatkan bahwa pengudusan adalah peperangan nyata melawan dosa. Herman Bavinck menempatkan keselamatan dalam rencana Allah yang bergerak menuju penyempurnaan. R.C. Sproul menolong kita memahami bahwa kedaulatan Allah berjalan bersama tanggung jawab manusia. J.I. Packer dan Timothy Keller juga menolong kita melihat bahwa kehidupan Kristen berakar pada anugerah dan pengenalan yang nyata akan Allah.

Karena itu, ketika hari ini Anda melihat hidup Anda dan merasa belum banyak berubah, ingatlah:

God’s Not Done.

Allah belum selesai.

Ketika Anda melihat kelemahan Anda:

God’s Not Done.

Ketika Anda jatuh dan harus bertobat:

God’s Not Done.

Ketika pelayanan Anda terasa kecil:

God’s Not Done.

Ketika masa depan tampak gelap:

God’s Not Done.

Ketika doa belum dijawab:

God’s Not Done.

Ketika proses pengudusan terasa sangat lambat:

God’s Not Done.

Namun pengharapan ini bukan optimisme kosong.

Pengharapan ini berdiri di atas karakter Allah.

Ia yang memulai akan menyelesaikan.

Kita mungkin tidak tahu bagaimana Dia akan mengerjakannya.

Kita mungkin tidak tahu berapa lama prosesnya.

Kita mungkin tidak mengerti mengapa harus melalui jalan tertentu.

Tetapi kita tahu siapa yang memegang perjalanan itu.

Dan Dia tidak pernah gagal menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Maka jangan menyerah pada pekerjaan Allah dalam hidup Anda.

Teruslah datang kepada Kristus.

Teruslah bertobat.

Teruslah berdoa.

Teruslah membaca firman.

Teruslah melayani.

Teruslah berjalan dalam iman.

Sebab suatu hari nanti, pada hari Yesus Kristus, apa yang sekarang masih tampak sebagai pekerjaan yang belum selesai akan mencapai kesempurnaannya.

Pada hari itu kita akan melihat bahwa tidak ada satu pun pekerjaan Allah yang sia-sia.

Tidak ada satu pun air mata yang tidak diketahui.

Tidak ada satu pun pergumulan yang berada di luar providensia-Nya.

Dan tidak ada satu pun orang yang benar-benar menjadi milik Kristus yang akan ditinggalkan di tengah jalan.

Allah yang memulai pekerjaan baik itu akan menyelesaikannya.

God’s Not Done.

Next Post Previous Post