The Sum of Saving Knowledge: Ringkasan Pengetahuan Keselamatan

The Sum of Saving Knowledge: Ringkasan Pengetahuan Keselamatan

Pendahuluan

Dalam sejarah gereja, ada banyak upaya untuk merangkum esensi dari pengetahuan keselamatan yang terdapat dalam Alkitab. Salah satu karya teologis yang penting dalam tradisi Reformed adalah The Sum of Saving Knowledge, sebuah dokumen yang berfungsi sebagai panduan ringkas tentang keselamatan dalam Kristus.

Dokumen ini ditulis pada abad ke-17 oleh David Dickson dan James Durham, dua teolog Skotlandia yang erat kaitannya dengan Westminster Assembly. The Sum of Saving Knowledge dimaksudkan sebagai pelengkap Westminster Confession of Faith (1646) dan Katekismus Westminster, yang hingga kini menjadi dasar utama ajaran dalam tradisi Reformed.

Artikel ini akan membahas isi utama dari The Sum of Saving Knowledge, perspektif teolog Reformed tentang dokumen ini, serta relevansinya bagi kehidupan Kristen saat ini.

1. Apa Itu "The Sum of Saving Knowledge"?

A. Definisi dan Latar Belakang

The Sum of Saving Knowledge adalah ringkasan teologis tentang bagaimana manusia berdosa dapat diselamatkan oleh anugerah Allah dalam Kristus. Dokumen ini disusun dalam format sederhana agar dapat dipahami oleh orang-orang awam di Skotlandia saat itu.

Inti ajaran dalam dokumen ini mencerminkan struktur ordo salutis (urutan keselamatan) dalam teologi Reformed:

  1. Keadaan manusia dalam dosa

  2. Karya penebusan Kristus

  3. Panggilan Injil kepada manusia

  4. Tanggapan iman dan pertobatan

  5. Jaminan keselamatan dalam Kristus

Dokumen ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih praktis tentang bagaimana Injil bekerja dalam kehidupan seorang berdosa yang bertobat.

B. Struktur Dokumen

The Sum of Saving Knowledge terbagi menjadi beberapa bagian utama:

  1. Keadaan Manusia yang Berdosa dan Kehancuran Totalnya

  2. Karya Kristus dalam Keselamatan

  3. Panggilan Injil kepada Semua Orang

  4. Respons yang Diharapkan: Iman dan Pertobatan

  5. Keamanan dan Jaminan dalam Kristus

2. Doktrin-Doktrin Utama dalam "The Sum of Saving Knowledge"

A. Kerusakan Total Manusia

Dalam tradisi Reformed, doktrin Total Depravity (Kerusakan Total) adalah dasar dari pemahaman keselamatan. The Sum of Saving Knowledge menjelaskan bahwa setiap manusia telah jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23).

Teolog Reformed seperti John Calvin, Jonathan Edwards, dan R.C. Sproul menekankan bahwa manusia secara rohani mati dalam dosa dan tidak dapat mencari Allah tanpa pertolongan anugerah-Nya (Efesus 2:1-5).

B. Anugerah Allah dalam Yesus Kristus

The Sum of Saving Knowledge menegaskan bahwa hanya melalui Kristus seseorang dapat diselamatkan. Ini sesuai dengan ajaran Penebusan Terbatas (Limited Atonement) dalam Calvinisme, yang menyatakan bahwa Kristus mati secara efektif hanya untuk orang-orang pilihan-Nya (Yohanes 10:15, Efesus 1:4-5).

Charles Spurgeon, seorang pengkhotbah Reformed terkenal, pernah berkata:

"Yesus bukan hanya memberikan kemungkinan keselamatan, tetapi Dia benar-benar menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka."

Dengan kata lain, penebusan Kristus tidak bersifat umum dan tergantung pada keputusan manusia, tetapi pasti menyelamatkan mereka yang telah dipilih oleh Allah sejak kekekalan.

C. Panggilan Injil dan Anugerah yang Tidak Dapat Ditolak

Bagian lain dari dokumen ini menekankan bahwa Allah memanggil orang berdosa untuk bertobat dan percaya kepada Kristus. Dalam teologi Reformed, ini dikenal sebagai Effectual Calling (Panggilan Efektif), yang berarti bahwa mereka yang dipilih Allah akan pasti merespons Injil karena anugerah yang bekerja dalam hati mereka (Yohanes 6:44, Roma 8:30).

R.C. Sproul menjelaskan bahwa anugerah Allah bukan hanya memberikan kesempatan kepada manusia, tetapi benar-benar mengubah hati mereka sehingga mereka mau menerima Kristus.

D. Iman, Pertobatan, dan Kehidupan Baru

Dokumen ini juga menegaskan bahwa iman dan pertobatan adalah respons alami dari orang yang telah dipilih Allah. Namun, iman itu sendiri juga merupakan karunia Allah (Efesus 2:8-9).

Seorang teolog Reformed, Louis Berkhof, menekankan bahwa pertobatan sejati melibatkan perubahan hati, pikiran, dan tindakan, bukan sekadar penyesalan emosional.

E. Jaminan Keselamatan dan Ketekunan Orang Kudus

The Sum of Saving Knowledge mengajarkan bahwa orang percaya tidak akan kehilangan keselamatannya karena Allah sendiri yang menopang mereka hingga akhir. Ini sesuai dengan doktrin Perseverance of the Saints (Ketekunan Orang Kudus) dalam teologi Reformed.

John Owen, dalam bukunya The Mortification of Sin, menjelaskan bahwa mereka yang sungguh-sungguh percaya kepada Kristus tidak akan pernah terhilang, karena keselamatan mereka dijamin oleh Allah yang setia (Filipi 1:6, Yohanes 10:28-29).

3. Relevansi "The Sum of Saving Knowledge" bagi Orang Kristen Saat Ini

Meskipun ditulis lebih dari 350 tahun yang lalu, The Sum of Saving Knowledge tetap relevan bagi orang percaya saat ini.

A. Menghindari Injil Palsu

Banyak gereja modern mulai mengurangi ajaran tentang dosa, pertobatan, dan anugerah Allah demi membuat Injil lebih "mudah diterima". Namun, The Sum of Saving Knowledge mengingatkan kita bahwa keselamatan hanya terjadi ketika seseorang memahami keadaannya yang berdosa dan bertobat kepada Kristus.

B. Meneguhkan Penginjilan yang Alkitabiah

Dokumen ini menekankan pentingnya berita Injil yang jelas dan benar, bukan sekadar undangan untuk “menerima Yesus” tanpa pemahaman yang mendalam.

John MacArthur, seorang teolog Reformed kontemporer, menekankan bahwa penginjilan harus menekankan dosa, murka Allah, dan kebutuhan akan keselamatan dalam Kristus.

C. Menumbuhkan Keyakinan dalam Keselamatan

Banyak orang Kristen berjuang dengan keraguan tentang keselamatan mereka. The Sum of Saving Knowledge menegaskan bahwa keselamatan kita bukan bergantung pada perasaan atau usaha kita, tetapi pada janji Allah yang setia (2 Timotius 2:13).

Kesimpulan: Mengapa "The Sum of Saving Knowledge" Masih Penting?

  1. Menjaga kemurnian Injil – Dalam dunia yang semakin menolak doktrin-doktrin Alkitabiah, dokumen ini menegaskan kembali keselamatan hanya oleh anugerah, melalui iman, dalam Kristus saja.

  2. Mengajarkan dasar teologi yang benar – Doktrin keselamatan harus dipahami secara utuh, bukan sekadar “percaya kepada Yesus” tanpa memahami dosa, pertobatan, dan anugerah Allah.

  3. Menguatkan keyakinan dalam kedaulatan AllahThe Sum of Saving Knowledge menegaskan bahwa Allah berdaulat atas keselamatan manusia, bukan manusia yang menentukan keselamatannya sendiri.

Sebagai orang Kristen dalam tradisi Reformed, kita dapat belajar dari dokumen ini bahwa keselamatan adalah anugerah yang luar biasa dari Allah yang penuh kasih dan berdaulat.

Soli Deo Gloria!

Next Post Previous Post