2 Korintus 7:5-7: Penghiburan dalam Kesusahan

2 Korintus 7:5-7: Penghiburan dalam Kesusahan

Pendahuluan

Surat 2 Korintus adalah salah satu tulisan Rasul Paulus yang paling pribadi dan emosional. Dalam pasal 7, Paulus menceritakan tentang penderitaan dan penghiburan yang ia alami dalam pelayanannya. Ayat 5-7 secara khusus menggambarkan keadaan batin Paulus saat menghadapi tekanan dari luar dan ketakutan dari dalam, namun kemudian ia dikuatkan oleh penghiburan yang datang dari Allah melalui kehadiran Titus dan berita baik dari jemaat Korintus.

“Bahkan, ketika kami tiba di Makedonia, tubuh kami tidak mendapat ketenangan, melainkan teraniaya dari segala sisi, yaitu pertengkaran dari luar dan ketakutan dari dalam. Akan tetapi, Allah, yang menghibur orang yang putus asa, menghibur kami dengan kedatangan Titus. Bukan dengan kedatangannya saja, tetapi juga karena penghiburan yang membuatnya terhibur di dalam kamu, seperti yang ia ceritakan kepada kami tentang kerinduanmu, dukacitamu, semangatmu untuk aku sehingga aku makin bersukacita.” (2 Korintus 7:5-7, AYT)

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi makna ayat-ayat ini dengan sudut pandang teologi Reformed, merujuk pada pemikiran para ahli seperti John Calvin, Charles H. Spurgeon, Louis Berkhof, dan Herman Bavinck.

1. Konteks 2 Korintus 7:5-7

Paulus menulis surat ini kepada jemaat di Korintus setelah mengalami berbagai tantangan dalam pelayanan. Dalam 2 Korintus 2:12-13, ia menyebut bahwa ia mengalami ketidaktenangan di Troas karena belum bertemu dengan Titus. Kemudian, di pasal 7, ia mengungkapkan penderitaannya lebih lanjut setelah tiba di Makedonia.

Ada dua hal utama yang Paulus alami:

  1. Penderitaan eksternal – "pertengkaran dari luar" (mungkin ancaman dari orang Yahudi atau orang-orang yang menolak Injil).

  2. Penderitaan internal – "ketakutan dari dalam" (kemungkinan besar karena kekhawatiran terhadap jemaat Korintus dan respons mereka terhadap surat keras yang sebelumnya ia kirim).

Namun, dalam penderitaan itu, Allah menghiburnya melalui kehadiran Titus dan berita baik dari jemaat Korintus.

2. Eksposisi 2 Korintus 7:5-7 dalam Teologi Reformed

a. John Calvin: Allah sebagai Sumber Penghiburan Sejati

John Calvin dalam komentarnya terhadap ayat ini menekankan Allah sebagai sumber utama penghiburan dalam segala penderitaan. Ia menulis:

"Ketika kita berada dalam kesusahan, Allah tidak pernah meninggalkan kita tanpa penghiburan. Ia menggunakan berbagai cara untuk menghibur kita, baik secara langsung maupun melalui orang-orang yang diutus-Nya."

Calvin menjelaskan bahwa Paulus tidak menyangkal bahwa ia mengalami ketakutan dan kelemahan, tetapi ia menunjukkan bahwa penghiburan sejati datang dari Allah. Bahkan ketika penghiburan itu datang melalui Titus, pada akhirnya itu adalah pekerjaan Allah yang menguatkan Paulus.

b. Charles H. Spurgeon: Penghiburan dari Saudara Seiman

Charles Spurgeon, dalam khotbahnya tentang penghiburan dalam kesusahan, menyoroti bagaimana Allah sering menghibur umat-Nya melalui persekutuan dengan saudara seiman.

"Ketika kita dalam kesulitan, Allah sering mengirim seorang sahabat, seorang saudara dalam iman, untuk menguatkan kita dengan kasih dan firman-Nya."

Dalam konteks ini, Titus bukan hanya seorang rekan pelayanan, tetapi juga alat yang digunakan Allah untuk menguatkan Paulus. Ini menunjukkan pentingnya persekutuan yang sejati dalam gereja. Ketika seorang percaya mengalami penderitaan, ia tidak dibiarkan sendiri. Allah mengutus saudara seiman untuk membawa penghiburan dan sukacita.

c. Louis Berkhof: Penderitaan dalam Kehidupan Kristen

Dalam Systematic Theology, Louis Berkhof membahas bagaimana penderitaan adalah bagian dari kehidupan Kristen dan bagaimana Allah menggunakan penderitaan untuk membentuk umat-Nya.

Berkhof menyoroti bahwa penderitaan Paulus bukan hanya akibat penganiayaan dari luar, tetapi juga karena beban pastoral yang ia tanggung untuk jemaatnya. Paulus memiliki kasih pastoral yang mendalam, sehingga ia mengalami kecemasan rohani ketika melihat jemaatnya tersesat.

Namun, penghiburan yang ia terima menunjukkan bahwa Allah selalu setia mendampingi hamba-hamba-Nya dalam penderitaan.

d. Herman Bavinck: Dimensi Teologis Penghiburan

Herman Bavinck dalam Reformed Dogmatics menjelaskan bahwa penghiburan Kristen memiliki dasar teologis yang kuat, yaitu penghiburan berasal dari janji-janji Allah yang tidak pernah gagal.

Dalam kasus Paulus, penghiburan datang dari:

  1. Kedatangan Titus – Ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya sendirian dalam penderitaan.

  2. Berita baik dari jemaat Korintus – Ini menunjukkan bahwa Allah tetap bekerja di hati umat-Nya, membawa pertobatan dan pemulihan.

Bavinck menekankan bahwa penghiburan Kristen bukan sekadar perasaan tenang, tetapi suatu keyakinan yang didasarkan pada karya dan janji Allah dalam Kristus.

3. Aplikasi 2 Korintus 7:5-7 dalam Kehidupan Kristen

a. Jangan Takut Mengakui Kelemahan

Paulus tidak menyembunyikan ketakutannya, tetapi ia dengan jujur mengakui bahwa ia mengalami penderitaan dan kecemasan. Ini mengajarkan bahwa sebagai orang percaya, kita tidak perlu berpura-pura kuat. Kita boleh mengakui kelemahan kita kepada Tuhan dan saudara seiman.

b. Allah Selalu Menghibur Umat-Nya

Allah adalah Sumber penghiburan sejati. Ia dapat menggunakan banyak cara untuk menghibur kita, termasuk melalui orang-orang yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu, kita harus belajar melihat kehadiran Tuhan dalam setiap penghiburan yang kita terima.

c. Persekutuan Kristen Itu Penting

Titus membawa sukacita bagi Paulus. Ini menunjukkan bahwa persahabatan dan persekutuan Kristen adalah alat yang Tuhan pakai untuk menguatkan umat-Nya. Kita harus menjadi penghibur bagi saudara-saudara kita yang sedang dalam kesulitan.

d. Berita Baik Itu Menguatkan

Paulus dikuatkan bukan hanya oleh kehadiran Titus, tetapi juga oleh berita pertobatan jemaat Korintus. Ini menunjukkan bahwa perubahan hidup dan pertumbuhan iman dalam jemaat adalah sumber sukacita bagi para pemimpin rohani.

Kesimpulan

2 Korintus 7:5-7 adalah bagian yang menunjukkan bagaimana Allah bekerja di tengah penderitaan untuk menghibur umat-Nya. Melalui sudut pandang teologi Reformed, kita belajar bahwa:

  1. Allah adalah sumber penghiburan sejati (Calvin).

  2. Persekutuan Kristen adalah sarana penghiburan (Spurgeon).

  3. Penderitaan memiliki tujuan ilahi dalam kehidupan orang percaya (Berkhof).

  4. Penghiburan sejati didasarkan pada janji Allah yang kekal (Bavinck).

Sebagai orang percaya, kita diingatkan bahwa ketika menghadapi penderitaan, kita tidak pernah sendirian. Allah selalu setia dan menghibur umat-Nya.

Next Post Previous Post