Kisah Para Rasul 1:6-7: Pemulihan Kerajaan dan Kedaulatan Allah
.jpg)
“Karena itu, ketika mereka berkumpul bersama, mereka bertanya kepada-Nya, ‘Tuhan, apakah ini waktunya Engkau memulihkan kerajaan bagi Israel?’ Ia berkata kepada mereka, ‘Bukanlah bagianmu untuk mengetahui tentang waktu dan masa yang sudah ditetapkan oleh Bapa dalam kuasa-Nya.’” (Kisah Para Rasul 1:6-7, AYT)
Pendahuluan
Kisah Para Rasul adalah catatan penting mengenai kelahiran dan perkembangan gereja mula-mula, dan pasal 1 menyoroti momen terakhir sebelum Yesus naik ke surga. Dalam bagian ini, para murid menanyakan pertanyaan penting tentang pemulihan kerajaan bagi Israel, dan Yesus memberi jawaban yang berakar dalam doktrin kedaulatan Allah.
Artikel ini akan mengupas eksposisi mendalam Kisah Para Rasul 1:6-7, membahas makna pertanyaan murid, jawaban Yesus, dan bagaimana para teolog Reformed seperti John Calvin, R.C. Sproul, Herman Bavinck, dan Martyn Lloyd-Jones menafsirkan bagian ini. Kita juga akan melihat relevansinya bagi gereja masa kini.
I. Konteks Historis dan Naratif
A. Situasi Para Murid
Setelah kebangkitan Yesus, para murid mengalami transformasi besar: dari ketakutan menjadi sukacita, dari kebingungan menjadi harapan. Namun, mereka masih membawa satu pertanyaan mendasar: apakah ini saatnya Mesias memulihkan kerajaan Israel?
Pertanyaan ini berakar dalam pemahaman tradisional Yahudi tentang Mesias, yang diyakini akan memulihkan kerajaan politik Israel, membebaskan mereka dari penjajahan Romawi, dan memulihkan kemuliaan seperti masa Daud.
B. Struktur Jawaban Yesus
Yesus tidak secara langsung menyangkal pemulihan kerajaan, tetapi Dia mengalihkan fokus mereka:
✅ Waktu dan masa adalah rahasia Bapa.
✅ Tugas mereka adalah menjadi saksi-Nya (ay. 8).
II. Eksposisi Ayat demi Ayat
A. Kisah Para Rasul 1:6: “Apakah ini waktunya Engkau memulihkan kerajaan bagi Israel?”
Pertanyaan ini menunjukkan bahwa meskipun para murid telah mengalami kebangkitan Yesus, mereka masih memikirkan pemulihan dalam dimensi politik dan nasional.
John Calvin berkomentar:
“Para murid tidak salah mengharapkan pemulihan kerajaan, tetapi mereka salah dalam memikirkan bentuknya. Kristus datang untuk memerintah, tetapi bukan hanya sebagai raja nasional Israel, melainkan sebagai Raja atas seluruh ciptaan.”
Dengan kata lain, pertanyaan mereka mencerminkan pemahaman yang masih terbatas pada perspektif duniawi.
B. Kisah Para Rasul 1:7: “Bukanlah bagianmu untuk mengetahui tentang waktu dan masa yang sudah ditetapkan oleh Bapa dalam kuasa-Nya.”
Jawaban Yesus mengajarkan dua kebenaran penting:
1️⃣ Rahasia kedaulatan Allah: Waktu pemulihan, penghakiman, dan pemulihan akhir ditentukan hanya oleh Allah.
2️⃣ Fokus panggilan manusia: Tugas manusia adalah menaati, bukan menebak-nebak rencana Tuhan.
Herman Bavinck dalam Reformed Dogmatics menulis:
“Allah bukan hanya Penebus, tetapi juga Penguasa sejarah. Dia menetapkan waktu dan masa, dan umat manusia dipanggil untuk percaya dan taat, bukan untuk meramal.”
III. Penafsiran Teologi Reformed
A. Kedaulatan Allah atas Sejarah
Teologi Reformed sangat menekankan kedaulatan Allah:
✅ Segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana-Nya (Efesus 1:11).
✅ Allah menetapkan bukan hanya akhir, tetapi juga cara-cara untuk mencapai akhir itu.
R.C. Sproul sering mengingatkan:
“Tidak ada satu molekul pun di alam semesta yang bergerak di luar kedaulatan Allah.”
Dengan demikian, waktu dan masa akhir zaman — termasuk pemulihan kerajaan — sepenuhnya berada dalam tangan Allah.
B. Pemulihan Kerajaan: Dimensi Baru
Pemulihan yang dibawa Yesus bukan hanya politik atau geografis, tetapi:
✅ Pemulihan relasi antara Allah dan manusia.
✅ Pemulihan seluruh ciptaan di bawah pemerintahan Kristus.
Geerhardus Vos dalam Biblical Theology menulis:
“Kerajaan Allah dalam Perjanjian Baru bukan hanya tentang Israel, tetapi tentang pemerintahan Allah yang mencakup segala bangsa dan alam semesta.”
C. Pembatasan Pengetahuan Manusia
Yesus dengan jelas mengajarkan: manusia tidak diberi kuasa untuk mengetahui semua rahasia ilahi, termasuk tentang akhir zaman. Ini selaras dengan Deuteronomy 29:29:
“Hal-hal yang tersembunyi adalah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan adalah bagi kita.”
Calvin menyebut ini sebagai “batas wahyu” — Allah menyatakan cukup untuk keselamatan dan ketaatan, tetapi menyembunyikan hal-hal lain dalam hikmat-Nya.
IV. Aplikasi Praktis untuk Kehidupan Kristen
A. Tidak Terobsesi dengan Akhir Zaman
Banyak gereja dan individu terjebak dalam spekulasi akhir zaman, menghitung tanggal, atau menebak-nebak peristiwa profetik. Ayat ini mengingatkan:
✅ Fokuslah pada tugas menjadi saksi Kristus.
✅ Serahkan rahasia waktu dan masa kepada Allah.
Martyn Lloyd-Jones:
“Gereja yang sibuk mengurusi kapan Kristus datang sering melupakan mengapa Kristus datang.”
B. Percaya kepada Allah yang Memegang Kendali
Di tengah kekacauan dunia, kita mungkin bertanya: kapan Allah memulihkan keadilan? Kapan kerajaan-Nya digenapi? Jawaban Yesus:
✅ Itu bukan bagianmu untuk tahu, tapi percayalah bahwa Bapa sedang bekerja.
C. Menjadi Saksi Kerajaan
Setelah jawaban Yesus, ayat berikutnya (Kisah Para Rasul 1:8) menunjukkan panggilan utama:
✅ Menjadi saksi di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi.
Dengan kata lain:
✅ Jangan tunggu kerajaan, hidupi kerajaan.
✅ Jangan hanya menatap ke langit, tapi pergilah membawa kabar baik.
V. Tantangan Gereja Masa Kini
A. Bahaya Kekristenan Politik
Beberapa gerakan Kristen modern berfokus pada memulihkan kerajaan di bumi sekarang lewat politik atau hukum. Namun, teologi Reformed mengingatkan bahwa kerajaan Allah bukan pertama-tama soal kekuasaan politik, melainkan soal pertobatan, iman, dan transformasi hati.
B. Bahaya Kekristenan Spekulatif
Banyak gereja terjebak dalam ramalan akhir zaman, bahkan membangun doktrin di atas spekulasi. Padahal Yesus berkata:
“Bukanlah bagianmu untuk mengetahui…”
Kita dipanggil untuk setia, bukan tahu semua.
VI. Eskatologi dalam Perspektif Reformed
A. Kerajaan Sudah dan Belum (Already and Not Yet)
Teologi Reformed memegang konsep “sudah dan belum”:
✅ Kerajaan Allah sudah hadir melalui Yesus Kristus.
✅ Namun pemenuhan penuhnya baru terjadi pada kedatangan-Nya kedua.
Anthony Hoekema dalam The Bible and the Future:
“Kita hidup di antara zaman — kerajaan telah datang, tetapi juga sedang menuju kepenuhan. Ini memberi kita pengharapan sekaligus tanggung jawab.”
B. Kuasa Bapa yang Menetapkan Segala Sesuatu
Segala peristiwa, termasuk sejarah gereja, pergerakan bangsa, dan bahkan akhir zaman, semuanya berada di bawah kuasa Allah Bapa.
Bavinck:
“Kedaulatan Bapa bukan hanya atas keselamatan pribadi, tetapi atas seluruh alur sejarah.”
VII. Kesimpulan
Kisah Para Rasul 1:6-7 mengajarkan kita:
✅ Allah memegang kendali penuh atas waktu dan sejarah.
✅ Pemulihan kerajaan Allah bukan hanya soal politik Israel, tetapi rencana besar untuk seluruh ciptaan.
✅ Orang percaya dipanggil untuk setia, bukan spekulatif.
✅ Tugas utama kita adalah menjadi saksi Kristus, membawa kabar baik kepada semua bangsa.